SETIAP kunjungan ke Berau, saya selalu menjadi teman ngopi dan menikmati kue pia. Lalu, kami berbincanglah akan banyak hal. Mulai soal pariwisata hingga kawalan semasa di Kampus Fekon Universitas Mulawarman dulu.
Ajakan ngopi dan menikmati kue pia di Warung Hokky tak akan pernah terdengar lagi. Sahabat saya, Hj Meiliana (Bu Mei) meninggal dunia hari Selasa (7/4) di Samarinda.
Saya awalnya tidak percaya ketika grup WA teman kuliah dulu menyampaikan kabar duka itu. Teman yang domisili luar daerah juga seperti itu. Hampir tidak percaya.
Masih tersimpan dalam catatan perbincangan saya dengan almarhumah di akhir Maret lalu. Dia mengirimkan foto salah seorang anggota DPRD Berau melangsungkan pernikahan di Samarinda.
Dua hari sebelumnya, almarhumah juga mengirimkan foto-foto kunjungannya ke rumah dinas walikota Pare-pare.
Waktu itu masih suasana lebaran. Kaina dilanjut Daeng, aku mau ke pengantin dulu, kata Almarhumah Bu Mei mengakhiri obrolan lewat WA kami.
Saat sibuk mengurusi pulau wisata Maratua bersama Duta Besar Seychelles Nico Barito, pertemuan kami dengan Bu Mei lebih sering. Daeng, kita ngopi di Warung Hokky, begitu selalu pesan singkatnya.
Almarhum memang senang dengan kopi dan kue pia di Warung Hokky. Warung kopi legend di Jalan Niaga, Tanjung Redeb. Bahan cerita seakan tak ada habisnya.
Sekali waktu dalam kunjungan yang sama, kami mengajak Hari Wibowo, Kajari Berau kala itu. Juga Kasi Pindumnya, Ical.
Diakui, bahwa almarhumah Meiliana akrab dengan Kajagung S Burhanuddin. Kami dulu sama-sama peserta diklat eselon I Daeng, kata almarhumah.
Biasanya ngopi di Warung Hokky, selalu dipilih beberapa jam akan kembali ke Samarinda. Dan tidak lupa minta dibungkuskan dua kresek (10 biji) untuk dibawa pulang. Ini gasan anak-anak, imbuhnya.
Pertemuan di satu meja itulah yang terkahir di Warung Hokky di Berau. Dan, saat kami berbalas WA di akhir bulan Maret lalu.
Bu Mei, pian kedada lagi menelepon mengajak minum kopi di Warung Hokky. Pian kedada lagi nang bekesah bagaimana agar Pulau Maratua itu semakin maju.
Kami di Berau sangat sedih mendengar kabar duka ini. Selamat jalan dingsanak. Kehilangan ini begitu berat. Semog Allah memberi ketenangan bagi jiwa almarhumah. (sam)
@daengsikra.id