Anggaran 2027 Terbatas, Diskoperindag Berau Pastikan Pembinaan-Pendampingan UMKM Tetap Jalan

Nurismi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 18:10 WIB
DEFISIT: Pendampingan pelaku UMKM di Kabupaten Berau tetap dilakukan meskipun akan disesuaikan dengan kondisi anggaran pada 2027. (BERAU POST)
DEFISIT: Pendampingan pelaku UMKM di Kabupaten Berau tetap dilakukan meskipun akan disesuaikan dengan kondisi anggaran pada 2027. (BERAU POST)

BERAU POST – Keterbatasan anggaran yang diperkirakan terjadi pada 2027 membuat Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, harus menyesuaikan sejumlah program untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu yang terdampak adalah kegiatan pelatihan yang selama ini menjadi upaya peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan, penyesuaian anggaran tidak akan membuat pemerintah menghentikan pendampingan bagi pelaku UMKM.

Namun, pola pembinaan harus disesuaikan agar dukungan kepada pelaku usaha tetap berjalan meski kegiatan tatap muka dan pelatihan tidak sebanyak sebelumnya.

“Pada 2027 program kami yang tadinya mungkin banyak kegiatan-kegiatan pelatihan, itu sangat-sangat minim sekali. Makanya minim pelatihan bukan berarti minim pendampingan,” ujarnya.

Selama ini, Diskoperindag Berau, menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM. Bentuknya antara lain pelatihan pengemasan produk, pendampingan sertifikasi halal hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

“Dengan kondisi fiskal yang berbeda pada tahun depan, pemerintah mulai memperluas pola kerja sama di luar program yang bersumber dari anggaran daerah,” katanya.

Kolaborasi dengan perusahaan CSR tetap menjadi salah satu pilihan, tetapi pihaknya juga mulai melibatkan komunitas yang memiliki perhatian terhadap perkembangan UMKM.

“Adapun salah satu pihak yang diajak berkolaborasi adalah komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA),” sebutnya.

Menurutnya, kerja sama semacam itu dapat menjadi alternatif untuk menjaga pembinaan UMKM ketika kemampuan pemerintah dalam menyelenggarakan program secara langsung semakin terbatas.

Selain itu, pihaknya berupaya membangun komunikasi dengan perbankan agar pelaku UMKM memiliki akses yang lebih terbuka terhadap fasilitas pembiayaan.

Di sisi lain, Eva berharap pelaku usaha tidak hanya menunggu program pemerintah. Keterlibatan dan inisiatif dari pelaku UMKM dinilai akan semakin dibutuhkan, terutama dalam kondisi ketika kegiatan yang dapat difasilitasi pemerintah harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

“Tahun 2027 ini tentunya kami berharap teman-teman para pelaku UMKM itu yang lebih proaktif ketika ingin mendapat fasilitas-fasilitas itu,” katanya.

Pihaknya juga akan mengarahkan pola pendampingan untuk UMKM yang berada di wilayah yang jauh dari pusat perkotaan. Diskoperindag mendorong perusahaan yang berada di sekitar kampung untuk mengambil peran dalam pembinaan usaha masyarakat setempat.

Salah satu contohnya adalah kerajinan rotan di Kecamatan Segah. Produk tersebut sebelumnya telah mendapat pendampingan dan diharapkan ke depan dapat berkembang dengan dukungan pihak-pihak yang berada di sekitar wilayah tersebut.

“Kita harapkan selanjutnya mereka yang ambil alih. Untuk daerah-daerah yang jauh dari jangkauan kota, tentunya kita berharap kolaborasi dengan para perusahaan yang ada di sekitar situ untuk pembinaan UMKM,” jelasnya.

Meski jumlah pelatihan kemungkinan berkurang pada 2027, layanan konsultasi dan pendampingan di Diskoperindag tetap tersedia.

Pelaku UMKM yang membutuhkan bantuan maupun informasi terkait pengembangan usaha masih dapat mendatangi kantor dinas.

Eva menambahkan, penyesuaian anggaran tidak berarti akses pelaku UMKM terhadap layanan pemerintah ikut ditutup. Pendampingan akan tetap diberikan sesuai kebutuhan dan kemampuan yang tersedia.

Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, Kabupaten Berau didorong untuk fokus pada sektor pariwisata, ekraf dan UMKM yang diiringi pengembangan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. 

Penguatan sektor-sektor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong transisi ekonomi dari ketergantungan terhadap industri pertambangan menuju sektor potensial yang lebih berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Ia juga mendorong para pelaku UMKM di Kabupaten Berau untuk terus meningkatkan kualitas produk olahan yang dihasilkan.

“Agar bersaing di tingkat daerah dan nasional, juga supaya memiliki peluang menembus pasar internasional,” ucapnya. 

Menurut Sri Juniarsih, potensi UMKM Berau sangat besar karena didukung oleh beragam sumber daya alam dan kreativitas masyarakat.

Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan peningkatan mutu produk, mulai dari kualitas bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran.

“Kualitas produk harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing di kelas yang lebih tinggi,” ujarnya. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
Diskoperindag Berau umkm anggaran terbatas