Dorong Produktivitas Petani, DTPHP Berau Salurkan Puluhan Ton Bantuan Benih Jagung APBN

Nurismi • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:50 WIB
BANTUAN: DTPHP Berau kembali salurkan bantuan bibit jagung kepada petani di 11 kecamatan di Kabupaten Berau. (SENO/BP)
BANTUAN: DTPHP Berau kembali salurkan bantuan bibit jagung kepada petani di 11 kecamatan di Kabupaten Berau. (SENO/BP)

BERAU POST – Pemerintah pusat kembali memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Berau melalui program Bantuan Benih Jagung APBN 2026.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau menyalurkan bantuan benih tersebut kepada kelompok tani di 11 kecamatan.

Penyaluran mulai dilaksanakan pada pekan ketiga Mei 2026 sesuai dengan usulan yang disampaikan kelompok tani. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan dengan pendampingan agar benih diterima kelompok tani sesuai sasaran.

“Penyaluran didampingi tim Bidang Tanaman Pangan,” ujarnya.

Pendampingan juga melibatkan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kementerian Pertanian yang berada di wilayah binaan masing-masing.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar sekaligus membantu petani dalam mengoptimalkan bantuan yang diterima.

Sementara itu, Fungsional Analis Pasar Hasil Pertanian DTPHP Berau, Wono Nugroho, mengatakan benih yang disalurkan merupakan varietas Sigenta NK306 dengan total bantuan mencapai 23,535 ton atau 23.535 kilogram.

“Varietasnya Sigenta NK306,” katanya.

Bantuan tersebut disalurkan berdasarkan usulan kelompok tani. Dari permintaan yang dihimpun melalui penyuluh, varietas tersebut menjadi salah satu yang paling banyak diusulkan petani.

“Hampir 90 persen permintaannya varietas ini,” ungkap Wono.

Adapun bantuan tidak mencakup Kecamatan Tanjung Redeb dan Maratua. Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan usulan kebutuhan petani di masing-masing wilayah.

Menurut Wono, program bantuan benih menjadi salah satu upaya untuk kembali mendorong jagung sebagai komoditas unggulan daerah.

Ia menyebut perkembangan sektor pertanian jagung perlu terus didukung, terlebih terdapat sebagian lahan yang mengalami alih fungsi.

“Harapan kami, komoditas unggulan itu kembali,” ujarnya.

Dengan tersedianya bantuan benih, petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperluas peluang pengembangan usaha tani.

Peningkatan produksi juga diharapkan memberikan dampak terhadap pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani.

Lita menambahkan, bantuan benih tersebut bukan hanya ditujukan untuk meningkatkan hasil produksi, tetapi juga membuka peluang bagi petani mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan.

“Semoga membawa berkah dan semangat baru bagi petani,” pungkasnya. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
DTPHP Berau benih jagung