Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Lolos Seleksi Provinsi, Kampung Labanan Makarti Bersiap Hadapi Penilaian Desa Antikorupsi oleh KPK

Nurismi • Rabu, 10 Juni 2026 | 14:00 WIB
DAMPINGI KAMPUNG: DPMK dan Diskominfo Berau melaksanakan pendampingan awal kepada Kampung Labanan Makarti yang akan jalani verifikasi Desa Antikorupsi 2026. (SENO/BP)
DAMPINGI KAMPUNG: DPMK dan Diskominfo Berau melaksanakan pendampingan awal kepada Kampung Labanan Makarti yang akan jalani verifikasi Desa Antikorupsi 2026. (SENO/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), Inspektorat, dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau melaksanakan kegiatan pendampingan dan verifikasi awal Desa Antikorupsi di Kampung Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan penilaian Desa Antikorupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Triwulan II Tahun 2026.

Tim pendamping melakukan pemeriksaan terhadap berbagai dokumen dan data dukung yang menjadi syarat penilaian guna memastikan kesiapan kampung menghadapi tahapan selanjutnya.

Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda DPMK Berau, Indah Suryani, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur serta hasil Bimbingan Teknis Perluasan Percontohan Desa Antikorupsi tingkat kabupaten.

Menurutnya, verifikasi awal dilakukan untuk melihat sejauh mana kesiapan Kampung Labanan Makarti dalam memenuhi indikator yang ditetapkan dalam program Desa Antikorupsi.

Mulai dari aspek tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, keterbukaan informasi hingga partisipasi masyarakat menjadi bagian yang dievaluasi dalam proses tersebut.

“Persiapan ini membutuhkan kerja sama seluruh perangkat kampung,” ujarnya belum lama ini. 

Indah mengungkapkan Kampung Labanan Makarti menjadi kampung perwakilan Kabupaten Berau yang berhasil lolos seleksi tingkat provinsi. Sebelumnya, kampung tersebut diusulkan bersama Kampung Tembudan dan Kampung Pegat Bukur untuk mengikuti tahapan seleksi.

Keberhasilan menembus seleksi tingkat provinsi dinilai menjadi capaian yang membanggakan sekaligus tantangan bagi seluruh unsur kampung untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

Karena itu, pendampingan dilakukan agar seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi secara maksimal.

“Kami berharap Labanan Makarti menjadi contoh bagi kampung lain,” katanya.

Ia menambahkan, program Desa Antikorupsi tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan penilaian semata, tetapi juga membangun budaya pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di tingkat kampung.

Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan dapat semakin meningkat.

Sementara itu, Camat Teluk Bayur, Edi Baskoro, menyebut terpilihnya Kampung Labanan Makarti sebagai kandidat Desa Antikorupsi tingkat provinsi merupakan bukti nyata komitmen pemerintah kampung dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Ini bukti komitmen kampung dalam tata kelola yang bersih,” ujarnya.

Edi menegaskan keberhasilan dalam program tersebut memerlukan dukungan seluruh pihak, tidak hanya aparatur kampung tetapi juga masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi dan kelengkapan data dukung menjadi faktor penting dalam proses penilaian yang akan dilakukan.

Ia juga mengingatkan agar seluruh unsur masyarakat ikut berpartisipasi dan mendukung proses persiapan yang sedang berjalan. Dengan keterlibatan bersama, setiap indikator yang dipersyaratkan dapat dipenuhi secara optimal.

“Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam proses ini,” katanya.

Selain itu, Edi berharap seluruh perangkat kampung dapat terus berkoordinasi dan bekerja sama dalam melengkapi berbagai kebutuhan administrasi maupun data pendukung yang masih diperlukan.

Langkah tersebut diyakini akan memperkuat peluang Kampung Labanan Makarti untuk meraih hasil terbaik pada penilaian mendatang.

“Kami berharap kampung ini menjadi inspirasi bagi kampung lain,” tukasnya.

Melalui pendampingan dan verifikasi awal tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau berharap Kampung Labanan Makarti dapat menunjukkan kesiapan yang maksimal sebagai kandidat Desa Antikorupsi tingkat provinsi.

Jika berhasil, kampung tersebut diharapkan menjadi contoh penerapan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Berau. (sen/hmd)

Editor : Nurismi
#pemkab berau