Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Urai Kemacetan di SPBU Bujangga, Dishub Berau Operasikan Pos Jaga dan Edukasi Pengendara

Nurismi • Selasa, 9 Juni 2026 | 16:36 WIB


 

ILUSTRASI: Pengawasan antrean kendaraan di sekitar SPBU Bujangga, Kelurahan Bujangga, dilakukan untuk mengurai kemacetan di ruas jalan nasional. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Pengawasan antrean kendaraan di sekitar SPBU Bujangga, Kelurahan Bujangga, dilakukan untuk mengurai kemacetan di ruas jalan nasional. (IZZA/BP)

BERAU POST - Keluhan soal kemacetan di kawasan SPBU Bujangga, Kelurahan Bujangga, direspons Dinas Perhubungan (Dishub) Berau dengan mengoperasikan pos jaga sejak 1 Juni lalu, untuk mengurai kepadatan kendaraan yang kerap terjadi, terutama saat antrean pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kepala Dishub Berau, Rusnan Hefni, menjelaskan, arus kendaraan yang bercampur antara pengguna jalan umum dan kendaraan yang mengantre BBM kerap menimbulkan kemacetan, bahkan tidak jarang mengganggu akses warga sekitar yang beraktivitas di kawasan tersebut.
 

Adapun penempatan petugas di pos jaga itu difokuskan untuk membantu penataan antrean kendaraan, agar tidak meluas hingga menghambat mobilitas masyarakat. “Tapi kewenangan petugas di lapangan memiliki keterbatasan,” katanya kemarin (8/6). 

Apalagi posisi jalan di depan SPBU Bujangga merupakan ruas jalan nasional. Kondisi ini membuat Dishub Berau tidak memiliki kewenangan penuh untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara menyeluruh, terlebih dalam hal penindakan terhadap pelanggaran yang terjadi di kawasan tersebut.

Karena itu, pendekatan yang diambil lebih menitikberatkan pada pengawasan dan imbauan langsung kepada pengguna jalan.

“Petugas di lapangan tidak sampai mengatur secara teknis keluar masuk kendaraan ke area SPBU,” ucapnya.

Maka dari itu, personel Dishub lebih banyak melakukan pendekatan persuasif. Edukasi kepada pengendara menjadi langkah utama, agar aktivitas antrean BBM tetap berjalan tanpa mengganggu kepentingan umum.

Petugas secara rutin mengingatkan agar kendaraan tidak berhenti sembarangan di bahu jalan, tidak menutup akses keluar masuk permukiman warga, serta memastikan jalur menuju pertokoan dan perkantoran di sekitar lokasi tetap terbuka.

Meski pos penjagaan sudah diaktifkan, diakunya tingkat kepatuhan sebagian pengendara belum konsisten. Menurutnya, kondisi tertib hanya terlihat ketika petugas berada di lokasi, sementara saat pengawasan berkurang, antrean kendaraan kembali tidak teratur dan cenderung menimbulkan kemacetan.

Hal itu tentunya menjadi catatan tersendiri bagi Dishub Berau. Harapannya ada perubahan perilaku pengendara, terutama agar tidak memperburuk kondisi lalu lintas di sana.

Ke depan juga diharapkan ada peningkatan kesadaran dari roda empat yang kerap mengisi BBM di SPBU Bujangga.

Untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, tidak mengganggu aktivitas warga, serta memberikan kenyamanan bagi semua pengguna jalan.

Salah seorang warga Bujangga, Fajar, mendukung upaya pengaturan lalu lintas yang dilakukan Dishub Berau. Dia mengaku kerap terjebak antrean panjang di kawasan tersebut, terutama pada jam sibuk.

Menurutnya, kemacetan tersebut cukup mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar. Apalagi pada siang hari antrean kendaraan sudah mulai mengular sejak sebelum jam operasional, sementara pada sore hari SPBU biasanya tutup sehingga arus kendaraan menurun.

Namun, pada malam hari SPBU kadang kembali buka sehingga jalanan kembali dipadati antrean kendaraan.

“Harapannya ke depan pengendara bisa lebih tertib saat mengantre BBM, sehingga tidak menyebabkan kemacetan sampai mengganggu aktivitas warga di sekitar,” ujarnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#antrean BBM #SPBU Bujangga #Dishub Berau