Kepastian itu didapat usai Maung Bandung bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara pada laga pamungkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5).
Tambahan satu poin sudah cukup membawa Persib mengunci posisi puncak klasemen akhir super league dengan koleksi 79 poin.
Jumlah tersebut memang sama dengan raihan Borneo FC Samarinda yang di laga lain sukses meraih kemenangan besar atas Malut United FC. Namun, Persib berhak menjadi juara karena unggul head to head.
Meski gagal menutup musim super league dengan kemenangan, suasana di GBLA tetap penuh euforia. Ribuan bobotoh Persib yang memadati stadion langsung merayakan keberhasilan tim kesayangannya meraih gelar liga tiga musim secara beruntun.
Pelatih Bojan Hodak mengaku tidak terlalu memikirkan hasil imbang kontra Persijap. Baginya, yang paling penting adalah Persib berhasil mempertahankan trofi juara.
”Skornya 0-0, kami punya peluang tapi tidak bisa jadi gol. Tapi kami menjadi juara. Tidak akan ada yang mengingat pertandingan ini, semuanya hanya akan mengingat bahwa kami juara,” ujar Hodak usai pertandingan.
Keberhasilan ini juga membuat Hodak mencatat sejarah baru di sepak bola Indonesia. Pelatih asal Kroasia itu menjadi sosok pertama yang mampu mempersembahkan tiga gelar liga secara beruntun dalam tiga musim berbeda.
Tidak hanya itu, ia juga kembali dinobatkan sebagai pelatih terbaik musim ini, melanjutkan catatan impresifnya bersama Persib.
Setelah menjalani musim panjang yang melelahkan, Hodak mengaku ingin segera menikmati waktu istirahat bersama timnya.
”Hal pertama dalam benak saya setelah musim selesai adalah liburan. Semua orang kelelahan dan sekarang kami ingin beristirahat,” kata Bojan Hodak.
Editor : Nurismi