Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Gara-Gara Dokumen Palsu! Malaysia Susul Timor Leste Kena Sanksi FIFA karena Pemain Naturalisasi

Beraupost • Minggu, 28 September 2025 | 05:45 WIB
Timnas Malaysia (Instagram @harisbinzamri)
Timnas Malaysia (Instagram @harisbinzamri)

BERAU POST - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) baru-baru ini dijatuhi sanksi FIFA setelah terbukti melakukan rekayasa terhadap dokumen naturalisasi tujuh pemain asing.

Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi skuad Harimau Malaya, mengingat langkah mereka dalam memperkuat tim dengan pemain keturunan kini berbalik menjadi bumerang.

Kasus Malaysia menambah daftar panjang negara yang harus berurusan dengan FIFA terkait pemalsuan dokumen naturalisasi pemain. 

Sebelumnya, beberapa negara lain juga pernah merasakan hukuman serupa, mulai dari Timor Leste, Bolivia, hingga Guinea Khatulistiwa.

Timor Leste: Skandal 9 Pemain Brasil

Kasus dari negara di Asia Tenggara pernah terjadi pada 2015 ketika Timor Leste kedapatan memalsukan dokumen sembilan pemain asal Brasil. 

Mereka dinaturalisasi secara tidak sah agar bisa memperkuat Timnas Timor Leste. FIFA dan AFC tak tinggal diam.

Akibat pelanggaran itu, Timor Leste didiskualifikasi dari kualifikasi Piala Asia 2023. Lebih parah lagi, mereka harus menerima keputusan forfeit 29 pertandingan di level AFC dengan skor WO 0-3. 

Federasi sepak bola Timor Leste juga dijatuhi denda sebesar USD 20 ribu. Skandal ini membuat reputasi sepak bola negara tersebut turun drastis.

Bolivia: Kasus Nelson Cabrera

Bolivia juga sempat menjadi sorotan ketika nekat memainkan Nelson Cabrera pada kualifikasi Piala Dunia 2018. 

Cabrera sejatinya lahir di Paraguay dan tidak memenuhi syarat untuk dinaturalisasi sesuai regulasi FIFA.

Hasilnya, dua laga yang dimainkan Cabrera langsung di-forfeit dengan skor 0-3. Federasi Sepak Bola Bolivia pun dikenakan denda.

Kasus ini bukan hanya berdampak pada Bolivia, tetapi juga mengguncang klasemen grup kualifikasi, sebab tim lain seperti Chile dan Peru ikut terkena imbas perhitungan ulang poin.

Guinea Khatulistiwa: Emiliano Nsue Bermain 11 Tahun Baru Ketahuan

Kasus lebih baru menimpa Guinea Khatulistiwa, ketika FIFA menemukan bahwa Emiliano Nsue, salah satu pemain andalan mereka.

Ternyata tidak memenuhi syarat untuk membela Timnas Guinei Khatulistiwa. Parahnya, hal ini berlangsung selama 11 tahun sebelum akhirnya terungkap.

Konsekuensinya cukup berat. Dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Guinea Khatulistiwa dianggap kalah WO dengan skor 0-3.

Federasi sepak bola mereka dikenai denda, sementara Nsue dijatuhi hukuman larangan bermain selama enam bulan.

Malaysia Mengulang Sejarah

Kini, Malaysia resmi masuk dalam daftar negara yang terkena sanksi serupa. FIFA menilai FAM bersalah setelah terbukti memalsukan dokumen naturalisasi tujuh pemain. 

Hukuman ini menjadi preseden buruk, karena Malaysia selama beberapa tahun terakhir memang gencar mendatangkan pemain keturunan untuk memperkuat skuad Harimau Malaya.

Meski detail sanksi penuh dari FIFA masih ditunggu, kasus ini jelas menjadi tamparan keras bagi sepak bola Malaysia.

Dengan kejadian ini, FAM perlu lebih berhati-hati dan transparan dalam proses naturalisasi agar tidak kembali tersandung masalah serupa di masa depan.

Dari deretan kasus tersebut, terlihat bahwa FIFA tegas dalam menindak pelanggaran naturalisasi.

Upaya memperkuat timnas lewat pemain asing memang sah-sah saja, tetapi harus mengikuti aturan yang berlaku.

Pemalsuan dokumen atau proses yang dipaksakan justru bisa berujung petaka.

Kasus Malaysia, Timor Leste, Bolivia, dan Guinea Khatulistiwa seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi federasi sepak bola lainnya. Ambisi untuk berprestasi cepat tidak boleh menghalalkan segala cara.

Pada akhirnya, naturalisasi memang bisa menjadi solusi jangka pendek, tetapi fondasi utama kemajuan sepak bola tetap ada pada pembinaan pemain lokal.

Tanpa itu, setiap pencapaian bisa runtuh hanya karena satu keputusan FIFA. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#sanksi fifa #pemain naturalisasi #timnas malaysia