BerauPost - Dejan Ferdinansyah akhirnya bisa merayakan momen Hari Raya Idulfitri di kampung halaman di Garut. Sebelumnya, dia tidak pulang kampung selama empat kali Lebaran.
"Jadi waktu 2021, itu kan waktu masih Covid, saya juga di Kudus," ungkap Dejan Ferdinansyah.
Setelah itu, pada 2022, dia masih belum bisa mudik karena transisi ke new normal. Kemudian, pada 2023, dia mengikuti kejuaraan.
"Oh iya, 2023 paginya saya sholat, malamnya flight. 2024 kemarin, di Tiongkok, hari Rabu. Saya ingat banget hari Rabu," tutur Dejan Ferdinansyah.
Saat tidak bisa mudik, Dejan tidak mau menelpon orang tua dan juga meminta keluarga untuk tidak menelepon karena tak sanggup menahan tangis.
"Jadi telepon tuh dua hari ke depan (setelah lebaran) gitu," ujar Dejan Ferdinansyah.
Kini, pada 2025, dia bisa mudik. Meskipun waktunya terbatas karena harus mempersiapkan diri untuk mengikuti Badminton Asia Championships (BAC) 2025.
"Ya sebelumnya kan Lebaran gak ketemu sama sekali. Jadi sekarang menyempatkan," ujar Dejan Ferdinansyah.
Salah satu yang ditunggu adalah kumpul keluarga. Apalagi dia sangat jarang bertemu keluarga kecil dan besar di Garut.
"Yang saya rasa itu yang ditunggu-tunggu walaupun sehari, keluarga kecil, keluarga besar juga gak pernah kumpul kan jarang. Jadi pas momen Lebaran itu kayak ya itu kehangatan keluarga. Jadi itu yang dirindukan sih," beber Dejan Ferdinansyah.
Saat ini, Dejan paham betul prioritasnya. Apalagi BAC adalah turnamen yang cukup penting untuk diikuti.
"Ya memang sedih. Tapi harus ada yang dikorbankan. Maksudnya, bukan mengorbankan keluarga, enggak. Tapi momennya itu kan gak pas ya," ucap Dejan Ferdinansyah.
Dia harus memilih tanggung jawab sebagai atlet. "Jadi yaudah, mau gimana. Kita harus lebih prioritas ke yang harus kita lakukan, tanggung jawab kita apa," tandas Dejan Ferdinansyah. (jpg/smi)
Editor : Nurismi