BerauPost - Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny masih menjadi pusat perhatian para Garuda Fans setelah dia mencetak dua gol di dua laga awal berseragam Skuad Merah Putih.
Gol yang dia cetak tersebut tentu menjadi catatan tersendiri bagi Ole Romeny karena dia menjadi penyerang Indonesia pertama yang mencetak gol di debut pertandingan internasional resmi.
Tidak hanya itu, capaian dua gol tersebut seakan membuktikan bahwa keputusan Romeny memilih Indonesia merupakan langkah yang tepat karena dia langsung berperan penting di sektor penyerang Skuad Garuda.
Padahal, jika ditarik ke belakang, ia sebenarnya sempat membela Timnas Belanda sejak level U-15 hingga terakhir U-20.
Sedangkan impian memilih Indonesia sebagai negaranya berawal dari sekedar candaan bersama sesama pemain keturunan Indonesia, Ryan Flamingo.
"Ryan juga punya darah Indonesia, jadi kami sering membicarakannya (membela Timnas Indonesia) dalam konteks candaan ringan. Ryan bermain bagus di PSV dan akan masuk tim nasional Belanda," ungkap Ole seperti dikutip dari laman Voetbalzone.
Ternyata, dari sekedar candaan ringan, kini Ole justru menjadi penggawa Timnas Indonesia.
"Sekitar setahun yang lalu saya mengetahui bahwa ada potensi bagi saya untuk bermain bagi negara tempat asal kakek atau nenek saya (Indonesia). Setelah itu saya didekati secara resmi (oleh PSSI) dan selanjutnya menjadi suatu hal yang serius untuk direalisasikan," imbuh Ole Romeny.
Nenek pemain Oxford United itu merupakan orang kelahiran Medan, dan kemudian pindah ke Belanda.
Meskipun begitu, ia masih sering memasak makanan Indonesia dan bercerita banyak hal indah tentang Indonesia kepada Ole.
"Saya tidak pernah melupakan kisah-kisah itu. Jika nenek saya masih hidup saat ini, dia pasti akan sangat bangga," tutur Ole Romeny lagi.
Ole sendiri belum pernah mengunjungi Indonesia, hingga akhirnya kesempatan itu datang pada November 2024. Atas undangan PSSI, dia bertolak ke Indonesia.
“Saat itu, segalanya terasa seperti langkah yang tepat, jadi saya langsung memahami perasaan itu. Dan ketika saya melihat bagaimana masyarakat di Indonesia, saya langsung tertarik," kisahnya.
Saat melakukan kunjungan itu, Ole sempat mengunjungi sebuah kampung, di mana dia menyempatkan bermain sepak bola dengan sekelompok anak kecil.
Hal itu kemudian dia jadikan penyemangat bagi anak-anak lain di Indonesia agar tidak menyerah dalam mengejar impian, khususnya menjadi pesepakbola.
"Sekarang setelah saya menjadi pemain sepak bola profesional, tujuan terbesar saya adalah menginspirasi anak-anak. Negara ini memiliki begitu banyak potensi sepak bola dan saya benar-benar ingin berkontribusi untuk itu," tegas Ole Romeny.
Selain ingin berkontribusi, hal lain yang membuatnya mantap memilih Indonesia sebagai tim nasional yang dia bela adalah adanya peran coach Patrick Kluivert.
Menurut dia, Kluivert bisa melihat potensi yang Ole miliki sebagai penyerang, dan punya feeling kuat bahwa Ole akan menjadi penyerang yang berkontribusi besar bagi timnya.
"Patrick, tidak seperti banyak pelatih lain, memiliki kepekaan dalam menghadapi orang-orang tertentu. Dia memahami kebebasan seperti apa yang saya butuhkan sebagai penyerang. Saya pun merasa terhormat bisa bekerja dengannya," kata striker bernomor punggung 10 itu.
Ole Romeny kini telah membuktikan bahwa dia memang penyerang tajam yang dibutuhkan oleh Timnas Indonesia berkat kontribusi dua golnya, di mana salah satunya merupakan gol penentu kemenangan.
Kini patut dinanti konsistensinya untuk laga-laga Timnas kedepannya. Jika dia mampu terus menampilkan performa maksimal, bukan tidak mungkin Ole bisa menyamai pencapaian gol para striker legendaris Indonesia seperti Kurniawan Dwi Julianto, Budi Sudarsono, hingga Bambang Pamungkas. (jpg/smi)
Editor : Nurismi