BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau menunjukkan komitmennya dalam mengelola potensi sumber daya perikanan yang melimpah sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor hilir.
Melalui Dinas Perikanan Berau, berbagai langkah strategis terus dilakukan, salah satunya mendorong pengembangan produk olahan hasil perikanan.
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, menyampaikan, potensi perikanan di Berau tidak hanya besar dari sisi tangkapan, tetapi juga memiliki peluang luas untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci agar manfaat ekonomi tidak hanya berhenti pada sektor hulu.
“Potensi kita besar, sehingga harus didorong ke pengolahan agar nilai tambahnya meningkat,” ujarnya Kamis (26/3).
Ia menjelaskan, pihaknya selama ini tidak hanya mendorong, tetapi juga aktif memberikan dukungan kepada Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) hasil perikanan.
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kapasitas hingga penyediaan sarana produksi.
Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen berkelanjutan, tahun ini Dinas Perikanan Berau akan kembali melakukan penyaluran bantuan sarana dan prasarana bagi kelompok pengolah.
Bantuan tersebut meliputi peralatan seperti food processor, mesin pembuat mie, penggiling daging, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
“Untuk tahun ini ada lima kelompok yang akan menerima bantuan, saat ini masih dalam proses sesuai mekanisme pengajuan,” jelasnya.
Menurut Abdul Majid, bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas produk olahan perikanan yang dihasilkan masyarakat.
Dengan demikian, produk lokal Berau diharapkan dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Selain itu, program hilirisasi juga diyakini mampu membuka peluang kerja baru serta menekan angka pengangguran di daerah.
Ia menegaskan bahwa penguatan sektor hilir menjadi salah satu fokus penting dalam pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Dukungan terhadap langkah tersebut juga datang dari legislatif. Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari menilai kebijakan pengembangan hilirisasi perikanan sudah tepat mengingat besarnya produksi ikan di Berau.
“Kita ini daerah penghasil, bahkan ikut memenuhi kebutuhan luar daerah, jadi memang sudah saatnya diolah lebih optimal,” tuturnya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar penyaluran bantuan dilakukan secara selektif dan tepat sasaran.
Hal ini penting agar bantuan yang diberikan benar-benar mampu mendorong pengembangan usaha kelompok penerima.
“Penyalurannya harus melalui kurasi yang baik, agar sesuai kebutuhan kelompok dan benar-benar berdampak,” tegasnya.
Dirinya berharap, dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, sektor perikanan di Berau tidak hanya kuat di hulu, tetapi juga mampu berkembang di sektor hilir.
Dengan begitu, manfaat ekonomi dari sumber daya yang melimpah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (sen/sam)
Editor : Nurismi