BERAU POST – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Hal tersebut sudah dibahas dalam rapat koordinasi strategis bersama RSUD Abdul Rivai dan seluruh puskesmas di wilayah perkotaan, beberapa waktu lalu.
Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, menuturkan, pertemuan itu menjadi forum konsolidasi untuk memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan siap memberikan pelayanan optimal, khususnya selama periode mudik dan libur panjang Lebaran.
Salah satu fokus pembahasan adalah kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi potensi peningkatan kasus kegawatdaruratan.
Terutama kasus maternal dan neonatal yang memerlukan penanganan cepat dan sistem rujukan yang terkoordinasi dengan baik.
Selain itu, Dinkes juga menekankan penguatan sistem rujukan berbasis digital melalui Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE).
Sistem ini dinilai penting untuk memastikan proses rujukan pasien dapat berjalan lebih cepat, terpantau, dan terdokumentasi dengan baik.
Ia menegaskan, penguatan sistem rujukan menjadi salah satu prioritas dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Berau.
Tata kelola rujukan yang baik akan berdampak langsung pada kecepatan penanganan pasien, khususnya pada kasus-kasus yang membutuhkan penanganan darurat.
“Hal ini dilakukan untuk memastikan respons cepat terhadap kasus gawat darurat, khususnya guna mencegah keterlambatan penanganan pada kasus ibu dan bayi,” ujarnya, Selasa (10/3).
Ia menjelaskan, pemanfaatan SISRUTE akan terus dioptimalkan oleh seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dalam beberapa bulan ke depan.
Dengan sistem tersebut, proses rujukan pasien dari puskesmas ke rumah sakit dapat dilakukan lebih efektif, karena informasi pasien dapat langsung diterima oleh fasilitas kesehatan tujuan.
Dengan penggunaan sistem rujukan yang terintegrasi juga akan memudahkan pemantauan proses pelayanan kesehatan.
Dengan demikian, setiap tahapan rujukan dapat terdokumentasi secara jelas sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah diperbarui.
Lanjutnya, dalam mempersiapkan pelayanan kesehatan menjelang Idulfitri, Dinkes meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan memastikan layanan tetap berjalan optimal selama masa libur.
Salah satu poin yang ditekankan adalah kesiapan instalasi gawat darurat (IGD) yang harus tetap beroperasi selama 24 jam.
"Kesiapan ini dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kondisi darurat yang dapat terjadi selama periode libur panjang," terangnya.
Dirinya juga mengingatkan seluruh fasilitas kesehatan untuk mengatur jadwal cuti tenaga kesehatan secara proporsional.
Langkah tersebut dilakukan agar ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) tetap terjaga sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Selain itu, koordinasi lintas sektor juga menjadi perhatian. Dinkes mendorong sinergi dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan pos kesehatan Idulfitri di sejumlah titik strategis, terutama pada jalur arus mudik.
Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan cepat bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis selama perjalanan mudik maupun saat perayaan Idulfitri berlangsung.
"Evaluasi pelayanan kesehatan juga akan dilakukan secara berkala. Melalui pendampingan teknis dan pemantauan rutin, kami berharap mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat terus terjaga," jelasnya.
Kolaborasi antara Dinkes, puskesmas, dan RSUD menjadi kunci utama dalam memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal.
Dengan kerja sama yang solid, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan yang cepat dan tepat selama perayaan Idulfitri.
“Kolaborasi ini penting agar masyarakat merasa aman dan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal, terutama selama masa mudik dan libur Idulfitri,” pungkasnya.
Adapun Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Jusram, memastikan pelayanan kesehatan di RSUD dr Abdul Rivai tetap berjalan selama masa libur Hari Raya Idulfitri.
Rumah sakit milik Pemkab Berau itu telah mengatur jadwal tenaga medis, termasuk dokter spesialis agar layanan bagi masyarakat tidak terganggu.
Pihaknya telah melakukan pendataan terhadap tenaga dokter yang mengambil cuti Lebaran maupun yang tetap bertugas. Pendataan tersebut menjadi dasar pengaturan jadwal jaga selama masa libur.
“Persiapan layanan kesehatan masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kami sudah mendata dokter yang cuti dan yang tetap bertugas,” ujarnya.
Dari jadwal tersebut dapat memastikan ketersediaan tenaga medis yang berjaga, baik dokter umum maupun dokter spesialis.
Dengan begitu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap dapat diberikan secara optimal selama periode libur Lebaran.
Lanjutnya, selama hari libur Idulfitri, pelayanan di poliklinik akan ditutup sementara. Namun masyarakat tetap dapat memperoleh layanan kesehatan melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 24 jam penuh setiap hari.
Adapun jadwal libur dimulai sejak 18 Maret sampai 24 Maret, sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.
“Untuk hari libur Lebaran, layanan poliklinik tutup, tetapi pasien yang membutuhkan penanganan darurat tetap dilayani di IGD,” jelasnya.
Layanan IGD tersebut disiapkan untuk menangani pasien dengan kondisi darurat maupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis segera selama masa libur panjang. (aja/sam)
Editor : Nurismi