BERAU POST – Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen memastikan pasokan dan harga bahan pokok tetap stabil selama Ramadan tahun ini, melalui berbagai langkah pengawasan dan program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, menegaskan, program pengawasan dan GPM merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan, untuk menjaga daya beli masyarakat serta mengantisipasi lonjakan harga selama bulan suci.
“Selama Ramadan kita akan terus melakukan pengawasan dan GPM) ang dilakukan sama pada sebelum-sebelumnya,” ujarnya diwawancara kemarin (26/2).
Program GPM sebutnya, difokuskan pada komoditas strategis dan digelar bekerja sama dengan distributor serta pelaku usaha pangan.
Tujuannya, harga yang ditawarkan kepada masyarakat lebih terjangkau dibanding harga pasar umum.
Dengan cara ini, pemerintah daerah berupaya meringankan beban belanja warga, terutama menjelang Idulfitri.
Selain itu, pengawasan tidak hanya dilakukan secara internal oleh jajaran Dinas Pangan, tetapi juga melibatkan instansi terkait.
Hal ini dimaksudkan untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan mencegah praktik penimbunan atau spekulasi harga.
“Sebelumnya kami sudah melakukan pengawasan bersama Bappenas dan Polda Kaltim,” ungkapnya.
Dari hasil pemantauan di lapangan, stok bahan pokok aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga beberapa pekan ke depan.
Tidak ditemukan pelanggaran signifikan maupun kelangkaan pangan yang dapat mengganggu pasokan.
“Selama Ramadan ini pun belum ada temuan. Ada beberapa bahan yang di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), namun ini memang tinggi dari harga bahan atau barang itu berasal. Jadi tidak masalah selama harga naik tidak begitu tinggi,” jelas Rakhmadi.
Ia menambahkan, kenaikan harga yang terjadi masih dalam batas wajar karena dipengaruhi harga dari daerah asal serta biaya distribusi.
Pemerintah daerah tetap melakukan pemantauan secara ketat hingga mendekati Idulfitri untuk mengantisipasi potensi peningkatan permintaan masyarakat.
“Kami akan terus melakukan monitoring hingga mendekati Idulfitri guna mengantisipasi potensi peningkatan permintaan,” kuncinya.
Diharapkan masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lancar, tanpa kekhawatiran terkait ketersediaan maupun harga bahan pokok di pasaran. (aja/sam)
Editor : Nurismi