Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tak Perlu Kirim Mentah Lagi! Kelapa dan Cokelat Berau Bakal Diolah Jadi Produk Bernilai Tinggi

Beraupost • Kamis, 26 Februari 2026 | 12:25 WIB

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (IZZA/BP)
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (IZZA/BP)

BERAU POST – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau terus mendorong penguatan sektor industri berbasis komoditas unggulan daerah, salah satunya hilirisasi kelapa dalam dan cokelat.

Tahun ini, Diskoperindag Berau memfokuskan perhatian pada penyusunan roadmap hilirisasi kelapa dalam dan cokelat, sebagai langkah strategis meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menyampaikan, penyusunan roadmap tersebut menjadi salah satu program prioritas tahun ini.

Khususnya dalam upaya memaksimalkan potensi kelapa dalam yang selama ini tumbuh melimpah di sejumlah wilayah pesisir dan kepulauan, termasuk Kecamatan Maratua.

“Tahun ini kami ada kegiatan penyusunan roadmap hilirisasi kelapa dalam dan cokelat. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan kelapa dalam sebagai bahan baku utama guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” jelasnya.

Dengan hal ini sebutnya, diharapkan potensi yang ada tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk bernilai tambah.

Menurutnya, pemanfaatan kelapa dalam sebagai bahan baku lokal diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat Maratua terhadap bahan-bahan yang selama ini harus didatangkan dari luar pulau.

Kondisi geografis sebagai wilayah kepulauan kerap membuat biaya distribusi menjadi lebih tinggi, yang pada akhirnya berdampak pada mahalnya ongkos produksi.

Dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di wilayah sendiri, masyarakat tidak lagi terbebani biaya tambahan untuk mendatangkan bahan baku dari luar.

Langkah ini diyakini dapat menekan biaya produksi sekaligus memperkuat perputaran ekonomi lokal, karena proses produksi hingga pemasaran dapat dilakukan secara mandiri di daerah.

Dalam mendukung rencana tersebut, Diskoperindag mengusulkan dua jenis pelatihan yang berfokus pada pemanfaatan kelapa dalam. Pertama, pelatihan pembuatan kerajinan tangan berbahan batok kelapa.

Produk yang dihasilkan dapat berupa aksesori, wadah, hingga peralatan rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis dan peluang pasar tersendiri.

Kedua, pelatihan produksi kuliner yakni nata de coco, yang merupakan produk olahan pangan dengan permintaan pasar cukup tinggi.

Menurutnya, kedua jenis pelatihan tersebut sama-sama memiliki potensi untuk dikembangkan di Maratua, mengingat ketersediaan bahan baku yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal.

“Yang jelas keduanya bertujuan mengoptimalkan penggunaan kelapa dalam yang tersedia cukup banyak di Pulau Maratua,” terangnya.

Selain penyusunan roadmap, Diskoperindag juga menyiapkan pelatihan pengolahan kelapa dalam di Kecamatan Maratua, termasuk rencana pemberian bantuan peralatan pengolahan bagi masyarakat di Maratua dan Kampung Giring-Giring, Kecamatan Bidukbiduk.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang proses produksi agar lebih efisien dan memenuhi standar kualitas.

Eva menambahkan, kelapa dalam dan cokelat merupakan komoditas serta produk unggulan daerah yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Daerah.

Selain dua komoditas tersebut, jagung juga masuk dalam daftar produk unggulan yang terus didorong pengembangannya.

Program hilirisasi ini juga merupakan bagian dari tindak lanjut atas rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, yang mendorong optimalisasi potensi daerah melalui pengembangan komoditas unggulan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

“Pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat, tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar pulau,” pungkasnya. (aja/sam)

Editor : Nurismi
#Diskoperindag Berau #cokelat #Potensi Kelapa #produk lokal