Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Warga Berau Siaga! BMKG Warning Puncak Hujan Lebat Bakal Guyur Bumi Batiwakkal Akhir Februari

Beraupost • Senin, 23 Februari 2026 | 14:15 WIB

PEMANTAUAN: BMKG Berau saat melakukan pemantauan cuaca melalui alat yang dimiliki. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
PEMANTAUAN: BMKG Berau saat melakukan pemantauan cuaca melalui alat yang dimiliki. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Warga Kabupaten Berau diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung hingga penghujung Februari.

Berdasarkan prakiraan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan mengguyur wilayah Bumi Batiwakkal secara konsisten, terutama pada dasarian ketiga atau sepuluh hari terakhir bulan ini.

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menjelaskan, hujan deras yang kerap turun pada sore hingga malam hari dalam beberapa hari terakhir bukanlah fenomena sementara.

Berdasarkan analisis meteorologis terbaru, tren peningkatan curah hujan justru diprediksi mencapai puncaknya pada akhir Februari ini.

“Hujan diprediksi akan turun secara konsisten pada dasarian ketiga Februari atau 10 hari terakhir bulan ini,” ujarnya kepada awak media kemarin (22/2).

Menurut Ade, curah hujan kali ini masuk dalam kategori tinggi dengan sifat hujan di atas normal.

Artinya, volume air hujan yang turun berpotensi melampaui rata-rata klimatologis bulanan. Hampir seluruh wilayah Kabupaten Berau diperkirakan terdampak kondisi tersebut.

Namun demikian, terdapat pengecualian untuk Kecamatan Pulau Derawan dan Kecamatan Bidukbiduk.

Di dua kawasan pesisir itu, curah hujan diprediksi berada pada kategori menengah dengan sifat hujan yang masih dalam batas normal.

Meski relatif lebih rendah dibanding wilayah lain, masyarakat di kedua kecamatan tersebut tetap diimbau untuk tidak lengah, mengingat dinamika atmosfer dapat berubah secara cepat.

BMKG memaparkan bahwa tingginya potensi hujan dalam sepekan ke depan dipengaruhi kombinasi faktor global, regional, dan lokal yang saling mendukung.

Salah satu faktor utama adalah suhu muka laut di sekitar perairan Kalimantan yang terpantau lebih hangat.

Kondisi ini meningkatkan penguapan dan suplai uap air ke atmosfer, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan secara intensif.

Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintas di wilayah Indonesia turut memperkuat pembentukan awan konvektif.

“Fenomena ini dikenal mampu meningkatkan intensitas hujan ketika aktif di kawasan maritim Indonesia, termasuk Kalimantan,” sebutnya.

Ade juga menyoroti adanya belokan angin (shearline) yang terpantau melalui analisis streamline di sekitar wilayah Berau.

Kondisi ini menyebabkan perlambatan, serta penumpukan massa udara yang pada akhirnya memicu pembentukan awan hujan dalam cakupan luas.

Tingginya kelembapan udara dari lapisan bawah hingga menengah atmosfer semakin memperbesar peluang terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Belokan angin di sekitar Berau serta kelembapan atmosfer yang tinggi menjadi faktor utama meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Menurutnya, warga yang tinggal di wilayah perbukitan harus meningkatkan kesiapsiagaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam durasi lama.

Situasi tersebut dapat memicu pergerakan tanah yang berpotensi menimbulkan longsor.

“Kami mengimbau masyarakat khususnya yang bermukim di wilayah rawan longsor untuk selalu waspada. Jika hujan deras berlangsung lama, segera perhatikan tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan atau aliran air yang tidak biasa,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta berhati-hati saat angin kencang menyertai hujan lebat.

Warga diimbau tidak berteduh di bawah pohon rindang karena berisiko terjadi patahan cabang atau pohon tumbang yang dapat membahayakan keselamatan.

Dia juga turut mengingatkan pentingnya memastikan saluran drainase di lingkungan permukiman tetap bersih dan tidak tersumbat.

Langkah sederhana seperti membersihkan selokan dan tidak membuang sampah sembarangan dinilai efektif untuk meminimalisir genangan serta risiko banjir.

“Kewaspadaan, kesiapsiagaan, serta kepedulian terhadap lingkungan diharapkan mampu mengurangi dampak yang mungkin timbul, sehingga aktivitas masyarakat di Kabupaten Berau tetap berjalan aman dan lancer,” pungkasnya. (aky/sam)

Editor : Nurismi
#BMKG Berau #cuaca ekstrem #hujan lebat