Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Geliat Ekonomi Berau: Kehadiran Kafe Titik Koma Jadi Bukti Daya Tarik Wisata Bumi Batiwakkal

Beraupost • Rabu, 28 Januari 2026 | 19:27 WIB
MERIAH: Pembukaan Kafe Titik Koma di Jalan Pulau Derawan ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Owner Kafe, Makmur HAPK MM berserta Istri Sri Marawiah, tamu undangan dan masyarakat. (BP)
MERIAH: Pembukaan Kafe Titik Koma di Jalan Pulau Derawan ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Owner Kafe, Makmur HAPK MM berserta Istri Sri Marawiah, tamu undangan dan masyarakat. (BP)

BERAU POST - Mengusung konsep kapal guna menikmati keindahan sunset di Tepian Segah, Kafe Titik Koma hadir di Jalan Pulau Derawan. Launcing dilakukan sekira pukul 20.00 Wita, Selasa (27/1).

Pembukaan ini dihadiri beberapa tokoh masyarakat, anggota DPRD Berau dan juga anggota DPRD Kaltim, Syarifatul Syadiah.

Disampaikan, Owner Kafe Titik Koma, Makmur HAPK MM, hadirnya brand nasional ini membuktikan bahwa Berau, menjadi tujuan bagi wisatawan khususnya pecinta kopi. Terlebih kiprah Titik Koma sudah terkenal se Indonesia.

“Saya pastikan nuansa akan berbeda,” katanya.

Makmur berharap, dengan hadirnya kafe ini bisa menarik wisatawan luar daerah datang ke Berau, karena brand Titik Koma merupakan brand yang besar.

“Semoga amanah ini bisa dilaksanakan dengan baik,” tambahnya.

Di sisi lain, dengan adanya kafe baru ini, membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Berau. Terlebih nama besar brand ini secara tidak langsung memberikan kesempatan untuk belajar kopi lebih jauh.

“Saya berharap dengan adanya Titik Koma ini bisa membawa brand besar lainnya untuk masuk ke Berau,” ucapnya.

Untuk diketahui, Titik koma merupakan brand dari Surabaya. Tidak hanya coffee shop, tapi juga memberikan kesan yang berbeda.

Titik Koma Berau terdiri dari tiga lantai. Ada outdoor dan indoor yang bisa digunakan untuk rapat. Di Kafe Titik Koma sendiri, terdapat 8 barista dan 2 waiters.

Sementara itu, mewakili Pemkab Berau, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Maulidyah, mengatakan, saat ini di Berau terdapat 56 kafe. Ditambah hadirnya Titik Koma, menjadi 57. Ia pun mengapresiasi hadirnya kafe ini di tengah gejolak ekonomi di Indonesia.

“Kami berharap Titik Koma dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membuka kesempatan kerja dan mengembangkan produk lokal,” katanya.

Ia berharap, cokelat Berau bisa masuk ke dalam menu Titik Koma. “Kami sangat mendukung sektor ekraf,” tambahnya.

Geliat ekonomi untuk kafe dan restoran saat ini berada di urutan pertama dengan menyumbang Rp 36 miliar. “Semoga ke depan semakin meningkat,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil I DPRD Berau, Subroto, juga turut mengapresiasi pembukaan kafe ini. Ia berharap kafe Titik Koma tidak hanya hadir di Tanjung Redeb saja. Namun di spot pariwisata juga bisa hadir.

“Berau terkenal akan pariwisatanya. Tentu akan sangat menarik jika ada brand nasional yang masuk ke area wisata,” ungkapnya. (hmd/sam)

Editor : Nurismi
#Bumi Batiwakkal #daya tarik #wisata