BERAU POST – Menjelang liburan akhir tahun, Manajemen Bandara Kalimarau memastikan seluruh persiapan operasional dan pelayanan telah dimatangkan.
Berbagai langkah antisipasi dilakukan guna menghadapi mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan pada akhir tahun.
Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri menegaskan, bandara berada dalam kondisi siap menghadapi puncak arus penumpang.
Peningkatan kualitas layanan menjadi perhatian utama, terutama terkait kemungkinan penambahan penerbangan, cuaca ekstrem, hingga potensi divert.
Salah satu langkah yang dilakukan yaitu penambahan jam operasional. Sebelumnya bandara buka pukul 07.00–20.00 Wita, kini dimulai lebih awal pada pukul 05.00 Wita atas permintaan maskapai yang membutuhkan jadwal lebih panjang. “Kami sudah menambah jam operasi,” ujarnya.
Perpanjangan waktu layanan, dinilai dapat kembali dilakukan jika situasi menuntut, khususnya ketika terjadi cuaca buruk atau pesawat dialihkan.
Dalam beberapa kesempatan, bandara bahkan sempat beroperasi hingga 24 jam penuh untuk melayani kebutuhan darurat maskapai, termasuk perbaikan pesawat pada dini hari.
Mengantisipasi kepadatan penumpang, seluruh personel bandara telah disiapkan melalui sistem rotasi agar pelayanan tetap optimal.
Posko Terpadu pun segera diaktifkan dengan melibatkan jajaran bandara, TNI-Polri, rumah sakit, Basarnas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Posko tersebut terhubung langsung dengan pusat melalui sistem CCTV yang dipantau dari Jakarta dan dijadwalkan mulai beroperasi awal Desember.
“Peningkatan arus penumpang diperkirakan terjadi pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026,” ungkapnya.
Periode ini bersamaan dengan kebijakan pemerintah pusat yang memberikan diskon tiket 13–14 persen, sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempermudah mobilitas masyarakat.
Sejumlah rute menuju dan dari Kalimarau menunjukkan grafik naik. Balikpapan tercatat sebagai rute tersibuk dengan dua kali penerbangan Super Airjet setiap hari serta tambahan Air Asia pada hari tertentu.
Maskapai seperti Batik Air, Sriwijaya Air, hingga Super Airjet juga memperkuat rute Jakarta dan Surabaya. “Load factor itu 90–95 persen,” ungkap Patah.
Untuk mengantisipasi lonjakan, bandara memastikan siap membuka extra flight serta menambah jam pelayanan bila dibutuhkan.
Patah menyebut pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama, terlebih pada periode libur panjang yang biasanya diiringi permintaan perjalanan udara yang meningkat. “Kalau ada lonjakan, kami pasti bantu,” tegasnya.
Data bandara mencatat peningkatan penumpang dari tahun ke tahun. Pada 2023, sebanyak 9.767 penumpang berangkat dan 8.412 tiba, sedangkan pada 2024 jumlahnya naik menjadi 12.387 keberangkatan dan 11.380 kedatangan atau meningkat sekitar 30,74 persen.
Dengan seluruh persiapan tersebut, Bandara Kalimarau optimistis dapat menjaga kelancaran dan keamanan layanan selama Nataru 2025/2026.
“Kami bersiap mendukung mobilitas sekaligus perekonomian Berau,” pungkasnya. (sen/arp)
Editor : Nurismi