Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jalan Poros Segah Mulai Nyaman Dilintasi, Waktu Tempuh ke Tepian Buah Berau Terpangkas Drastis

Beraupost • Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:20 WIB
MASIH BUTUH ANGGARAN: Menuntaskan ruas jalan poros di Segah, DPUPR Berau masih butuh anggaran mencapai Rp 40 miliar untuk tuntaskan dua ruas pekerjaan sehingga mulus total. (SENO/BP)
MASIH BUTUH ANGGARAN: Menuntaskan ruas jalan poros di Segah, DPUPR Berau masih butuh anggaran mencapai Rp 40 miliar untuk tuntaskan dua ruas pekerjaan sehingga mulus total. (SENO/BP)

BERAU POST - Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan utama yang menghubungkan pusat kabupaten dengan wilayah kecamatan.

Salah satu proyek strategis yang menjadi fokus tahun ini adalah peningkatan dan perbaikan Jalan Poros Segah, dengan total panjang sekitar 37 kilometer.

Membentang dari simpang Labanan, Kecamatan Teluk Bayur, hingga Kampung Tepian Buah, Kecamatan Segah.

Namun pekerjaannya dilakukan di tengah isu kemungkinan dilakukannya rasionalisasi porsi anggaran.

Padahal tahun depan untuk ruas jalan tersebut disebut masih membutuhkan anggaran mencapai Rp 40 miliar.

Angka tersebut diperlukan untuk lanjutan pada ruas-ruas jalan yang sudah ditangani tahun ini sebelumnya.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, mengatakan, total alokasi anggaran untuk peningkatan ruas jalan tersebut pada tahun anggaran 2025 mencapai Rp 61,9 miliar.

Anggaran tersebut terbagi untuk tiga segmen pekerjaan yang saat ini telah diselesaikan sesuai rencana.

“Jalan Poros Segah ini menjadi jalur penting karena menghubungkan ibu kota kabupaten dengan ibu kota kecamatan. Panjang keseluruhannya sekitar 37 kilometer, dengan total anggaran tahun 2025 sebesar Rp 61,9 miliar,” ujarnya, Senin (27/10).

Ruas pertama, yakni Simpang Labanan hingga Jembatan Siduung Kampung Pandan Sari, sepanjang 10,4 kilometer, mendapat alokasi anggaran Rp 26,3 miliar.

Pekerjaan fisik di lapangan telah direalisasikan berupa perkerasan beton (rigid pavement) sepanjang 1.754 meter dengan lebar 6 meter, pelapisan aspal sepanjang 718 meter, serta pekerjaan patching beton di sejumlah titik ruas jalan tersebut.

Selain itu, dilakukan juga penimbunan tanah bahu jalan sepanjang 4.040 meter di kedua sisi.

Namun Junaidi mengaku, ruas ini masih membutuhkan pekerjaan lanjutan berupa perbaikan gorong-gorong lebar 8 meter di dua titik, pelapisan aspal tambahan sepanjang 800 meter, serta perkerasan beton lanjutan sepanjang 1.200 meter hingga Jembatan Siduung.

“Kerusakan di ruas ini cukup parah karena merupakan jalur utama. Kami sangat mengupayakan agar kelanjutan pekerjaan beton dan gorong-gorong dapat dialokasikan pada tahun 2026,” jelasnya.

Sementara itu, ruas kedua yang ditangani adalah dari Kampung Pandan Sari hingga Jembatan Sungai Agung Kampung Harapan Jaya, sepanjang 15,3 kilometer dengan alokasi anggaran Rp 16,2 miliar.

Pekerjaan di ruas ini mencakup pengerasan beton sepanjang 1.422 meter, patching beton di titik-titik tersebar, pembuatan box culvert sepanjang 10 meter, serta penimbunan tanah bahu jalan sepanjang 820 meter.

Menurut Junaidi, ruas ini melintasi dua kampung dan masih banyak titik kerusakan yang perlu perbaikan lanjutan.

“Kondisinya cukup panjang dan beberapa titik rusak berat, sehingga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan. Kami berharap ada tambahan alokasi anggaran untuk perbaikan lanjutan,” katanya.

Sedangkan untuk ruas ketiga yakni dari Jembatan Sungai Agung Kampung Harapan Jaya hingga Kantor Camat Segah di Tepian Buah, sepanjang 11,5 kilometer, pemerintah daerah mengalokasikan Rp 19,3 miliar.

Pekerjaan di lapangan meliputi perkerasan beton sepanjang 1.400 meter dengan lebar 6 meter, pembuatan dinding penahan tanah dari beton bertulang sepanjang 658 meter, serta pembuatan dan pemasangan saluran beton ukuran 0,6 x 0,6 meter sepanjang 261 meter.

Ruas ini juga masih memerlukan tambahan perbaikan, di antaranya perkerasan beton sepanjang 200 meter dan patching beton di sekitar pemukiman.

“Alhamdulillah, di APBD Perubahan 2025 ruas ini mendapat tambahan anggaran sebesar Rp 7,6 miliar,” ungkap Junaidi.

Tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk menuntaskan pekerjaan perkerasan beton sepanjang 400 meter.

“Dengan tambahan dana di APBD-P, kami optimistis ruas ini bisa selesai dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kecamatan Segah,” katanya.

Junaidi menegaskan, peningkatan kualitas jalan Poros Segah merupakan langkah penting dalam memperkuat konektivitas wilayah pedalaman dengan pusat kabupaten.

Selain mempermudah mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian, perbaikan ini juga diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi baru di kawasan hulu Berau.

“Dengan infrastruktur yang semakin baik, aktivitas ekonomi warga bisa lebih lancar dan potensi wilayah Segah dapat berkembang lebih cepat,” pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Segah, Abdul Saleh, menuturkan, kebutuhan masyarakat akan kondisi jalan yang representatif cukup tinggi.

Dirinya menyebut, kondisi jalan memang berubah semenjak pembangunan jalan masuk di wilayah Segah.

Sebelumnya, untuk menuju pusat kecamatan di Kampung Tepian Buah, dari Tanjung Redeb memerlukan waktu lebih dari 2 jam, saat ini hanya memerlukan waktu 1 jam 40 menit.

Sehingga, jika tahun depan proyek pembangunan jalan di wilayah Segah dilanjutkan hingga tuntas, tentu mobilisasi masyarakat di jalan poros bisa semakin efisien dan nyaman dilintasi.

“Keinginan masyarakat seperti itu, kalau jalan bisa lebih bagus tentu masyarakat senang, dan mobilisasi kami lebih mudah baik dari dan menuku Segah atau ke kampung di dalamnya,” paparnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#jalan poros #Kabupaten Berau #perbaikan jalan