Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Pascabanjir Berau: Disdik Prioritaskan Relokasi dan Penambahan Ruang Kelas Sekolah Terdampak

Beraupost • Selasa, 10 Juni 2025 | 14:20 WIB

 

TERDAMPAK: Beberapa sekolah di wilayah terdampak banjir perlu penanganan, misalnya sekolah dasar dan PAUD di Kampung Long Ayap yang diterjang banjir beberapa waktu lalu. (SENO/BP)
TERDAMPAK: Beberapa sekolah di wilayah terdampak banjir perlu penanganan, misalnya sekolah dasar dan PAUD di Kampung Long Ayap yang diterjang banjir beberapa waktu lalu. (SENO/BP)

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menunjukkan komitmen kuat dalam menangani dampak banjir bandang yang melumpuhkan sektor pendidikan, khususnya di wilayah terdampak parah seperti Kampung Long Ayan.

Di kawasan ini, tiga sekolah dilaporkan tenggelam dan hampir seluruh fasilitas pendidikannya rusak total.

Selain Long Ayan, masih di Segah, di Kampung Long Ayap, sebuah sekolah terdampak dan sebuah PAUD juga menjadi korban atas terjangan banjir yang menyerang kampung tersebut beberapa minggu lalu.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Mardiatul Idalisah, menyatakan pihaknya telah menyiapkan skema relokasi sekolah-sekolah tersebut ke lokasi yang lebih aman.

Selain relokasi, penambahan ruang kelas juga direncanakan untuk mengakomodasi kebutuhan pascabencana.

“Seharusnya tersedia 11 ruang kelas (Long Ayan, red). Tapi karena kondisi sekarang, kami akan pindahkan ke dataran tinggi dan tambah jumlah kelasnya,” jelas Mardiatul, Senin (9/6).

Ia mengakui bahwa proses pemulihan ini tidak bisa dilakukan secepatnya karena keterbatasan anggaran.

Meski demikian, Disdik tetap mengupayakan agar kebutuhan prioritas bisa diakomodasi dalam anggaran perubahan 2025, sementara sisanya akan dirancang dalam anggaran murni 2026.

Sementara itu, di Kampung Long Ayap, proses relokasi sekolah telah dimulai. Meskipun satu ruang kelas hilang terbawa banjir, Mardiatul menyebut anggaran perbaikannya telah diajukan dan dikoordinasikan dengan instansi terkait.“Sudah masuk dalam rencana anggaran perubahan 2025,” ujarnya.

Disdik juga turut memperhatikan kondisi lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) yang terdampak, meski keterlibatan anggaran pemerintah dibatasi karena status kepemilikannya yang berada di bawah yayasan swasta.

Dijelaskannya, untuk bantuan yang diberikan di PAUD di Kampung Long Ayap, mekanismenya tidak bisa seperti pada umumnya, dikarenakan merupakan sekolah swasta dibawah naungan yayasan.

Bantuan tersebut nantinya berupa bantuan hibah, dan prosedurnya memerlukan koordinasi lebih lanjut untuk penanganan konkretnya.

Secara keseluruhan, Disdik Berau memastikan langkah-langkah penanganan akan terus dilakukan, terutama di daerah-daerah yang fasilitas pendidikannya rusak berat seperti Long Ayan dan Long Laai.

“Pemulihan pendidikan jadi prioritas. Kami pastikan semua usaha akan dikerahkan,” pungkas Mardiatul. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#bencana #banjir #relokasi #Kabupaten Berau