Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Akses Darat Kampung Mapulu Terputus, Jembatan Bailey Hanyut Diterjang Banjir

Beraupost • Jumat, 16 Mei 2025 | 11:05 WIB

 

DIBUTUHKAN MASYARAKAT: Selama jembatan terputus, masyarakat memanfaatkan jalur air menggunakan ketinting untuk mendukung mobilisasi sementara. (KECAMATAN KELAY UNTUK BERAU POST)
DIBUTUHKAN MASYARAKAT: Selama jembatan terputus, masyarakat memanfaatkan jalur air menggunakan ketinting untuk mendukung mobilisasi sementara. (KECAMATAN KELAY UNTUK BERAU POST)


TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau melalui Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan tengah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap sejumlah fasilitas infrastruktur yang terdampak banjir besar beberapa waktu lalu. Salah satunya jembatan bailey di Kampung Mapulu, Kecamatan Kelay.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menjelaskan, pihaknya sudah turun melakukan pemantauan ke lapangan sejak Sabtu (10/5) lalu.

“Kami melakukan evaluasi menyeluruh terhadap laporan kerusakan, terutama pada titik-titik yang sempat terdampak banjir,” ujarnya singkat belum lama ini.

Dalam pantauan tersebut, salah satu fokus perhatian adalah kondisi jembatan bailey di Kampung Mapulu.

Menurut Junaidi, saat banjir melanda, ketinggian air sangat ekstrem dan arus deras melebihi badan jembatan. Hal ini pun menimbulkan kerusakan parah pada jembatan tersebut.

Menindaklanjuti hal tersebut, DPUPR Berau telah merencanakan penanganan lanjutan, termasuk opsi relokasi titik jembatan ke lokasi yang lebih aman. Namun, Junaidi menyebut pihaknya mengalami sejumlah kendala teknis.

“Mobilisasi material serta tumpuan jembatan yang terbuat dari kayu log cukup sulit dilakukan, karena alat berat kami masih digunakan untuk penanganan Jalan Poros Gurimbang-Sukan Tengah di Sambaliung,” jelasnya.

Ia menambahkan, alternatif bantuan dari perusahaan di sekitar Kampung Mapulu juga belum bisa diandalkan.

“Alat berat milik perusahaan di sana juga dalam kondisi tidak baik,” ucapnya.

Dengan kondisi tersebut, Junaidi memperkirakan penanganan fisik baru bisa dilakukan pekan depan.

“Kami upayakan pekan depan sudah mulai, tapi dilakukan bertahap,” katanya.

Sebagai tambahan informasi, Jembatan Bailey di Kampung Mapulu dibangun pada 2022 lalu, dengan panjang bentangan mencapai 30 meter dan membentang setinggi 5 meter dari permukaan sungai.

Jembatan tersebut dibangun menggunakan APBD Berau 2022 dengan nilai anggaran mencapai Rp 2,5 miliar.

Jembatan ini terdiri dari dua unsur penting, yaitu tumpuan jembatan dan badan jembatan itu sendiri.

Jembatan Bailey yang merupakan jembatan dengan bahan baku besi itu, terbentang di atas dua tumpuan yang disebut kandang babi, atau tumpuan kokoh yang terbuat dari kayu log.

Perakitan jembatan tersebut juga menelan biaya sekitar Rp 150 juta.

Sementara itu, Camat Kelay, Toris, mengungkapkan bahwa jembatan bailey merupakan satu-satunya akses darat menuju Kampung Mapulu.

“Sejak jembatan hanyut, warga kembali mengandalkan transportasi air,” katanya.

Toris berharap penanganan segera dilakukan, agar konektivitas darat kembali pulih.

“Kami berharap pekerjaan bisa segera dimulai agar akses masyarakat tidak terus terhambat,” tutupnya. (sen/sam)

Editor : Nurismi
#banjir #rusak #jembatan bailey #Kabupaten Berau