TANJUNG REDEB – Dalam sehari, terjadi dua peristiwa amukan 'si jago merah' di Bumi Batiwakkal, kemarin (26/1).
Berawal kebakaran hebat mengahuskan 13 rumah pribadi dan 14 pintu kontrakan di RT 12, Jalan Milono, Kecamatan Tanjung Redeb, dini hari. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 5 miliar.
Berdasarkan pantauan awak media ini juga, api yang dengan cepat merembet karena permukiman warga mayoritas terbuat dari kayu sehingga mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat ke rumah lainnya.
Pemadaman listrik yang cukup terlambat dilakukan pun, diduga menjadi penyebab suara ledakan yang beberapa kali terjadi.
Upaya pemadaman pun membutuhkan waktu yang cukup lama. Terpantau hingga pukul 10.00 Wita, personel pemadam kebakaran baru selesai melakukan pendinginan.
Tak hanya sampai di situ, pukul 18.47 Wita diketahui api di salah satu bangunan sempat berkobar lagi, personel pemadam kebakaran pun kembali melakukan penanganan hingga pukul 19.30 Wita.
Menurut keterangan salah satu warga, Rio, dia mengetahui kejadian bermula sekitar pukul 03.20 Wita. Saat itu dirinya terbangun karena mendengar orang berteriak bahwa terjadi kebakaran dari salah satu kontrakan miliknya yang tengah ditinggal sang penghuni sejak beberapa hari lalu.
“Saat bangun api sudah membesar, jadi saya langsung membangunkan keluarga untuk keluar dari rumah,” ujarnya kepada awak media.
Api yang bermula dari rumah kayu itu pun katanya dengan cepat membesar dan merembet ke rumah lain. “Api terus menyebar dan semua barang tak bisa terselamatkan,” singkatnya.
Dihubungi secara terpisah, Kapolsek Tanjung Redeb, AKP Novita Citra Mega Restika, menyebut jajarannya dibantu personel Polres Berau dalam melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran.
"Hasil pemeriksaan awal, mengarah pada kemungkinan adanya korsleting pada instalasi listrik di salah satu rumah yang menjadi sumber api," ujarnya kepada media.
Berdasarkan data yang pihaknya peroleh, kebakaran mengakibatkan total 27 rumah warga jadi arang, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 5 miliar.
“Akibat terjadinya kebakaran yang besar ini tidak ada korban jiwa. Semua warga selamat, hanya banyak barang yang tak terselamatkan,” tutupnya.
Adapun Analis Kebakaran Muda Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Askar Huseiri, mengatakan, dalam kebakaran yang cukup besar tersebut BPBD Berau mengarahkan sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dan 17 personel.
Api yang cepat melebar akibat banyak rumah yang terbuat dari kayu diakunya membuat timnya harus bekerja ekstra.
“Keterbatasan personel juga salah satu kendala yang sedang kami hadapi. Sehingga para personel harus bekerja ekstra,” singkatnya.
Di hari yang sama sekira pukul 17.30 Wita, satu unit rumah bangsal dengan tiga pintu yang terletak di RT 5, Kecamatan Teluk Bayur juga hangus terbakar, yang diduga berawal dari kebocoran gas elpiji, setelah sebelumnya terdengar ledakan keras disertai dengan munculnya gumpalan asap hitam tebal.
Kapolsek Teluk Bayur, AKP Alimuddin, yang juga turun langsung ke lokasi kejadian mengatakan, pihaknya masih menggumpulkan data terkait penyebab kebakaran.
"Namun dugaan sementara kebakaran sama persis seperti disampaikan Ketua RT yakni akibat kebocoran tabung gas elpiji. Tapi kami masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan hal ini," katanya. (aky/sam/smi)
Editor : Nurismi