Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

UPBU Kalimarau Minta Hibah Provinsi

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Senin, 5 Agustus 2024 | 17:50 WIB
DITINGKATKAN: BLU UPBU Kelas I Kalimarau tengah menggoda Pemprov, untuk memberi izin melakukan pemanjangan landasan pacu di atas lahan milik Pemprov Kaltim.
DITINGKATKAN: BLU UPBU Kelas I Kalimarau tengah menggoda Pemprov, untuk memberi izin melakukan pemanjangan landasan pacu di atas lahan milik Pemprov Kaltim.

TANJUNG REDEB - Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Kantor UPBU Kelas I Kalimarau, Ferdinan Nurdin, mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terkait rencana pengembangan Bandara Kalimarau, khususnya dalam perpanjangan runway 01.

Rencananya, panjang landasan pacu 2.250 meter saat ini akan ditambah lagi sepanjang 250 meter, sehingga menjadi 2.500 meter (2,5 KM).

Namun katanya, hal itu masih pada proses penuntasan tentang lahan milik warga yang belum dihibahkan. “Tentu rencana ini dilakukan sebagai langkah dan upaya kita dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan. Hal ini penting, untuk memastikan kawasan tersebut aman sebagai Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan,” katanya diwawancara belum lama ini.

Selain rencana penambahan panjang landasan pacu, pada pertemuannya dengan Pemkab Berau juga dirinya turut membeberkan kalau kini pihaknya juga telah bekerja sama dengan Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kaltim, Kantor Bea dan Cukai Tarakan, Maskapai Batik Air, PT SN Cargo, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam melaksanakan kegiatan ekspor langsung dari Bandara Kalimarau melalui program National Logistic Ecosystem (NLE).

Disebutkannya, sebanyak 65 kg kepiting bakau hidup dan 320 kg ikan Silver Prompet beku telah diekspor, dengan total ekspor mencapai 385 kg.

“Ini merupakan langkah awal yang signifikan bagi para pelaku usaha untuk menggiatkan kembali ekspor melalui transportasi udara,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ferdinan turut menyampaikan bahwa terdapat target yang belum tercapai, yaitu belum beroperasinya penerbangan rute Kalimarau-Maratua. Maskapai katanya masih mengkaji potensi pengembangan bisnis dan menganalisis okupansi penumpang untuk rute tersebut.

“Meskipun maskapai ingin mengakomodasi kebutuhan masyarakat Berau, mereka juga harus mempertimbangkan tingkat okupansi pesawat,” ujarnya.

Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah dan pelaku usaha resor untuk memastikan wisatawan menggunakan rute penerbangan Kalimarau-Maratua, sehingga bersama-sama dapat memberikan pelayanan terbaik di sektor transportasi udara Kabupaten Berau.

Terpisah, Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menuturkan, pengajuan perpanjangan landasan pacu untuk Bandara Kalimarau terkendala adanya lahan Pemprov Kaltim. Namun dikatakan, bahwa pihak Bandara Kalimarau diketahui telah melakukan permintaan kepada Pemprov Kaltim terkait hal tersebut.

“Iya, memang masih terkendala jalan provinsi di ujung, namun sudah dikomunikasikan, tinggal menunggu hasilnya,” katanya, Minggu (4/8).

Dirinya berharap permohonan itu segera direspons dan ditanggapi positif Pemprov Kaltim, sehingga Bandara Kalimarau bisa segera melaksanakan penambahan panjang landasan pacu untuk meningkatkan layanan.

“Kita ingin ya segera terwujud, dan Pemkab Berau siap mendukung rencana ini,” singkat Said. (sen/sam)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#bandara #berau #runway #pemprov kaltim