Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tingkat Kelulusan SMA 100 Persen

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Selasa, 14 Mei 2024 | 21:14 WIB
KELULUSAN SMA: Kepala Disdikbud Kaltim Wilayah VI Berau, Juanita Sari bersama salah seorang staf sedang menunjukkan tumpukan ijazah SMA yang berada di atas meja. Nantinya akan dibagikan.
KELULUSAN SMA: Kepala Disdikbud Kaltim Wilayah VI Berau, Juanita Sari bersama salah seorang staf sedang menunjukkan tumpukan ijazah SMA yang berada di atas meja. Nantinya akan dibagikan.

TANJUNG REDEB – Tingkat kelulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Berau mencapai 100 persen atau 2.362 orang pada tahun 2024. Kondisi tersebut tetap stabil jika dibandingkan tahun lalu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Wilayah VI Berau, Juanita Sari menerangkan, sistem penilaian kelulusan tahun ini berdasarkan keputusan masing-masing sekolah. Meski diakuinya, ada saja peserta didik yang berpindah sekolah, namun tidak ada yang berhenti sekolah. Maka dipastikan kelulusan mencapai 100 persen tahun ini.

Jumlah tersebut tercatat berasal dari 20 SMA yang terdaftar di Kabupaten Berau, termasuk SLB Tanjung Redeb dan SMA swasta. Kelulusan terdiri dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebanyak 1.126 orang, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebanyak 1.118 orang dan jurusan Ilmu Bahasa dan Budaya (IBB) sebanyak 118 orang.

Dalam perjalanannya, tidak ada pelajar yang berhenti sekolah. Namun, jika pindah sekolah tetap ada saja. Sejak keputusan berada di tangan sekolah, tingkat kelulusan sudah 100 persen. 

Menurutnya ada banyak hal yang dapat mendukung kelulusan peserta didik. Baik akademik maupun non akademik. Sejauh mereka bisa mengikuti prosesnya, tentu dapat melewatinya dengan baik. 

"Bukan berarti karena keputusan berada di sekolah, jadinya menurunkan mutu lulusan. Tetap masih bagus, malah lebih ketat," ucapnya, Senin (13/5). Bahkan, sekolah masih bisa memberikan peluang kepada siswa-siswinya. Bagi mereka yang nilainya masih rendah, diberi kesempatan untuk mengulang pelajaran. Dengan begitu peserta didik dapat meningkatkan mutu belajarnya, karena para guru bisa melihat langsung proses mereka belajar.

“Angka putus sekolah jenjang SMA sangat kecil sekali di Berau. Apalagi mereka masuk sekolah sesuai zonasi. Tujuan zonasi kan mencegah itu semua,” tuturnya.

Adapun penilaian kelulusan kali ini selain berdasarkan nilai ujian nasional, juga dilengkapi nilai mata pelajaran pendukung yang ada di sekolah. Makanya, rapor masih dipakai untuk menunjang kelulusan. Bahkan, dipakai untuk mendaftar pada perguruan tinggi melalui jalur prestasi.

"Dalam hal ini nilai rapor tidak mungkin dimanipulasi, karena setelah pembagian rapor semua nilai diunggah ke Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Dan masing-masing perguruan tinggi bisa mengecek sendiri," paparnya.

Juanita menambahkan, untuk Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK sederajat akan dibuka pada Juni mendatang. Untuk saat ini pihaknya masih menyusun jadwal tersebut. Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pendaftaran tetap menggunakan sistem zonasi kecuali SMK.

“Tentu ada evaluasi dari tahun ini. Seperti, zonasi ini bisa pindah sekolah asalkan karena sistem zonasinya tidak sesuai, dan sekolah yang dipilih lebih dekat dari lokasi rumah,” jelasnya.

Masing-masing sekolah memiliki kuota dan jumlah kelas yang dibuka berbeda-beda sesuai kapasitas. Ada yang membuka lima hingga tujuh kelas. Hal itu sudah tertuang dalam juknis PPBD yang telah disusun.

Dalam aplikasi PPDB juga sudah diatur kuotanya, apabila sudah penuh tentu tidak bisa lagi mendaftar. Sekolah juga tidak bisa seenaknya membuka kuota tambahan. Biasanya dalam satu kelas diisi maksimal 35 siswa.

Di samping itu, diakui Juanita, kualitas sekolah swasta tidak kalah bagus jika dibandingkan dengan sekolah negeri. Ia meminta para orangtua tidak perlu khawatir menyekolahkan anak mereka di sekolah swasta. (*/aja/arp) 

Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#berau #pendidikan #sma