TANJUNG REDEB – Meski sistem pembayaran parkir menggunakan TapCash di Badan Layanan Umum (BLU) Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau Berau telah berlangsung beberapa waktu. Masih ada masyarakat atau pendatang mengeluhkan sistem tersebut.
Keluhan datang dari salah seorang warga bernama Firman Syah, yang mengaku tidak bisa melakukan pembayaran parkir menggunakan jasa uang elektronik. Sebab, hanya bisa menggunakan kartu salah satu perbankan. “Padahal di kota sebelumnya saya memakai TapCash bisa untuk semua layanan, mulai dari bandara, pelabuhan hingga membayar tol," ungkapnya.
Menurutnya, itu hanya mempersulit masyarakat yang tidak memiliki opsi pilihan selain membayar menggunakan TapCash bank tertentu.
Sementara itu, Kepala BLU UPBU Kalimarau, Ferdinan Nurdin menyampaikan, masyarakat sejauh ini aman saja menggunakan TapCash yang ada. Dirinya mendapati mayoritas responden sangat mendukung penggunaan TapCash di bandara.
“Kami sudah melakukan wawancara atau testimoni di areal Bandara mengenai penggunaan TapCash, dan sudah ada pers rilisnya,” bebernya.
Pengguna jasa mengakui kemudahan dan kecepatan dalam menggunakan sistem pembayaran ini, yang membantu mengurangi antrean dan mempercepat proses transaksi. Selain itu, penerapan TapCash menyederhanakan operasi internal dalam ekosistem bandara.
“Dengan mendigitalkan pembayaran, otoritas bandara dapat lebih baik melacak dan mengelola aliran pendapatan, menyebabkan peningkatan transparansi keuangan dan akuntabilitas,” bebernya.
Sementara itu, terkait penggunaan kartu TapCash dari produk perbankan tertentu, per 3 April lalu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan perbankan lainnya. Untuk bekerja sama penggunaan kartu elektronik tersebut. Sehingga, nantinya tidak hanya terbatas menggunakan bank tertentu saja.
“Jika terdapat masyarakat yang tidak bisa membeli kartu TapCash, kami memberikan toleransi untuk melakukan pembayaran secara tunai yang nantinya oleh petugas kami akan segera dilakukan pembayaran secara elektronik,” tutupnya. (*/aja/arp)