
Delapan wanita tangguh, berdiri tegak menggunakan pakaian lengan panjang berwarna merah muda dan hijab hitam, bersiap menyambut rombongan wartawan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (kaltim).
Maulid Hidayat, Balikpapan
Waktu masih menunjukkan pukul 12.45 Wita, saat dua mobil Hiace tiba di halaman parkir Posyandu Mawar Harum di RT 12, Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat.
Gema suara adzan dari musala terdekat mengalun lembut, memanggil umat Islam untuk “bertemu” dengan sang Khalik. Matahari bersinar terang, membakar kulit.
Keringat bermain di dahi setiap peserta. Seorang peserta dari Kutai Kartanegara, mengaku sedikit mabuk mobil, akibat jalan yang berkelok dan menanjak.
Perjalanan dari rumah jabatan walikota Balikpapan, menuju ke venue ditempuh dengan waktu 20 menit. Meskipun sempat dua kali salah arah, namun rombongan diantar dengan selamat.
Peserta yang hadir, terbagi dua, ada lanjut ke musala, sebagian duduk di bawah tenda, dengan layar monitor besar di depan.
Di pintu masuk posyandu, tiga orang perwakilan dari Pertamina Refinery Unit V (RU V) Balikpapan, sudah bersiap, satu pria dan dua perempuan, menggunakan rompi perusahaan.
Posyandu yang diketuai oleh Damiati, sudah puluhan bahkan ratusan anak menginjakkan kaki di lantai keramik berwarna putih. Bangunan dengan luas 20x10 meter, menjadi rumah kedua bagi anak-anak Asrama Bukit (Askit).
Posyandu ini berada di bawah naungan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Baru Ilir. Wadah yang dimanfaatkan untuk menebar kesehatan bagi balita dan ibu hamil, dicat berwarna hijau muda pada bagian depan, kuning dan merah muda pada bagian dalam.



