Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tembus 150 Ton Per Hari, Pemkab Berau Ingatkan Ancaman Overcapacity Tempat Pemrosesan Akhir Bujangga

N
Penulis: Nurismi❯
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (IZZA/BP)
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (IZZA/BP)

Advertisement

BERAU POST – Persoalan sampah di Kabupaten Berau menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Volume sampah yang diperkirakan mencapai 54.568,41 ton per tahun atau sekitar 150 ton per hari menjadi gambaran besarnya beban pengelolaan sampah di daerah ini.

Kondisi itu diperberat dengan keterbatasan infrastruktur, luasnya wilayah geografis, serta masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan, persoalan sampah tidak bisa lagi dipandang sebagai urusan membuang limbah dari lingkungan permukiman ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Advertisement

Jika pola pengelolaan yang selama ini berjalan masih mengandalkan sistem ambil, angkut, dan buang, timbunan sampah akan terus bertambah tanpa diimbangi kemampuan penanganan yang memadai.

Ia menyoroti kapasitas TPA Bujangga yang memiliki luas sekitar 11,5 hektare. Dengan produksi sampah yang terus bertambah, kapasitas tempat pembuangan tersebut tentunya perlu diperhitungkan dalam perencanaan pengelolaan sampah jangka panjang.

“Ini bukan angka yang main-main, ini angka besar yang saya kira ini jangan dijadikan lagi sebuah potret statistik angka semata,” ucapnya kemarin (2/11).

Advertisement

Gamalis juga mengingatkan bahwa angka produksi sampah yang digunakan saat ini perlu terus diperbarui. Data yang disebutkannya berasal dari angka tahun sebelumnya, sehingga perkembangan volume sampah pada 2026 perlu menjadi perhatian tersendiri.

“Kalau pola ini terus berlanjut, saya kira TPA kita tidak akan mampu menampung. Overcapacity akan ada di sana,” ujarnya.

Selain persoalan kapasitas TPA, kondisi geografis Berau turut menjadi tantangan tersendiri. Kabupaten Berau memiliki kawasan wisata yang tersebar di wilayah hulu, kawasan tengah dengan potensi sejarah dan budaya, hingga wilayah pesisir dan kepulauan.

Karakteristik wilayah tersebut membuat penanganan sampah tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama. Di kawasan pulau-pulau kecil misalnya, pengangkutan sampah menghadapi kendala jarak, keterbatasan lahan, hingga tingginya biaya logistik untuk membawa residu menuju tempat pembuangan.

Advertisement

Artikel Terkait

Atasi 6000 Ton Sampah Kiriman Laut, Pemkot Dorong Edukasi Lingkungan di Tanjung Laut Indah

Atasi 6000 Ton Sampah Kiriman Laut, Pemkot Dorong Edukasi Lingkungan di Tanjung Laut Indah

Agus Haris tegaskan persoalan sampah kiriman butuh kesadaran warga dan kerja sama lintas sektor DLH.

Hadapi Persoalan Hilirisasi Sampah DLHK Berau Sebut Hasil Pemilahan Warga Belum Miliki Tujuan Akhir

Hadapi Persoalan Hilirisasi Sampah DLHK Berau Sebut Hasil Pemilahan Warga Belum Miliki Tujuan Akhir

Kepala DLHK Berau Zulkifli Azhari soroti pentingnya sistem pemasaran sampah.

Dukung Sektor Pariwisata Daerah, DLHK Berau Perkuat Pengelolaan Kebersihan dan Tambah Petugas

Dukung Sektor Pariwisata Daerah, DLHK Berau Perkuat Pengelolaan Kebersihan dan Tambah Petugas

DLHK Berau maksimalkan kebersihan kawasan wisata dan rencanakan rekrutmen petugas lapangan. Simak!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer