Nelayan Pesisir Berau Sulit Melaut, Anggota DPRD Sa’ga Suarakan Usulan SPBU Terapung

BERAU POST – Akses terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi masih menjadi persoalan yang dirasakan nelayan di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Berau.
Kondisi geografis yang membuat jarak menuju fasilitas penyaluran BBM cukup jauh, menjadi salah satu kendala yang terus disampaikan masyarakat kepada wakil rakyat. Persoalan itu kembali mendapat perhatian DPRD Berau.
Anggota Komisi III DPRD Berau, Sa’ga, menyebut, usulan menghadirkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terapung menjadi salah satu aspirasi yang berulang kali diterimanya saat turun menemui masyarakat dalam kegiatan reses.
Seperti di Maratua, Pulau Derawan, hingga Bidukbiduk. Para nelayan berharap pemerintah dapat menghadirkan fasilitas penyaluran BBM yang lebih dekat dengan lokasi aktivitas mereka.
"Masyarakat selalu menanyakan apakah pemerintah bisa membangun SPBU terapung,” ujarnya, Rabu (9/9).
Ia mengatakan, keberadaan fasilitas tersebut dinilai dapat membantu nelayan memperoleh biosolar bersubsidi, tanpa harus menghadapi kendala jarak dan akses menuju titik penyaluran BBM yang tersedia.
Kendati begitu, Sa’ga belum dapat memastikan apakah pembangunan SPBU terapung tersebut memungkinkan untuk direalisasikan. Sebab, usulan itu masih perlu dikaji lebih lanjut, terutama dengan mempertimbangkan ketentuan dan regulasi yang mengatur penyaluran BBM bersubsidi.
Di sisi lain, ia menilai aspirasi tersebut tetap perlu ditindaklanjuti. Karena itu, perlu ada komunikasi dengan pihak terkait agar masyarakat mendapat kejelasan soal kemungkinan pembangunan fasilitas tersebut.
Ia berharap ada jalur komunikasi yang memungkinkan masyarakat menyampaikan langsung persoalannya kepada pihak yang berwenang. Dengan begitu, keluhan nelayan yang disampaikan melalui DPRD bisa segera mendapat tindak lanjut.
“Kalau ada nomor atau kontaknya, mungkin bisa saya hubungkan langsung dengan masyarakat. Jadi apa yang menjadi keluhan masyarakat kepada kami bisa terjawab,” katanya.



