BERAU POST – Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau merupakan salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Kalimantan Timur.
Keindahan alamnya, mulai dari pulau-pulau eksotis hingga wisata bahari kelas dunia, membuat daerah ini kerap dipadati wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Memasuki momentum libur panjang Idulfitri, arus kunjungan wisatawan diperkirakan akan meningkat signifikan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tanjung Redeb, C. Catur Apriyanto, mengingatkan seluruh pengelola resort dan hotel di Kabupaten Berau, khususnya yang berada di wilayah pulau-pulau wisata.
Agar terus melakukan koordinasi dengan pihak imigrasi terkait keberadaan wisatawan mancanegara.
Catur menegaskan, pelaporan keberadaan warga negara asing (WNA) yang menginap di tempat wisata merupakan bagian penting dari pengawasan keimigrasian.
Hal ini sekaligus menjadi langkah untuk memastikan seluruh wisatawan yang datang ke Berau memiliki dokumen perjalanan yang sah serta berada di wilayah Indonesia sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Menjelang libur Idulfitri biasanya jumlah wisatawan meningkat, termasuk wisatawan mancanegara. Karena itu kami mengimbau seluruh pengelola resort dan hotel, khususnya yang berada di kawasan pulau wisata, agar terus berkoordinasi dan melaporkan keberadaan WNA yang menginap di tempat mereka,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini proses pelaporan keberadaan WNA sudah jauh lebih mudah karena dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi pelaporan yang telah disediakan.
Melalui sistem tersebut, pengelola resort maupun hotel dapat langsung memasukkan data wisatawan asing yang datang dan menginap di tempat mereka.
Dengan sistem pelaporan berbasis aplikasi tersebut, pihak imigrasi dapat memantau pergerakan wisatawan mancanegara secara lebih cepat dan akurat.
Hal ini juga memudahkan pengawasan serta memastikan seluruh aktivitas wisata berjalan sesuai dengan ketentuan keimigrasian.
“Kami sudah menyediakan aplikasi pelaporan yang bisa digunakan oleh pengelola penginapan. Jadi ketika ada wisatawan asing yang datang dan menginap, datanya bisa langsung dilaporkan melalui sistem tersebut,” jelas Catur.
Ia pun berharap adanya kerja sama aktif dari seluruh pengelola resort, hotel, maupun penginapan lainnya yang berada di kawasan destinasi wisata Berau.
Menurutnya, sinergi antara pelaku pariwisata dan pihak imigrasi sangat penting untuk menjaga ketertiban administrasi serta keamanan wilayah.
Saat ditanya mengenai pelaksanaan pelaporan tersebut selama ini, Catur mengungkapkan bahwa hingga saat ini mekanisme pelaporan dari pihak resort dan hotel di Berau sudah berjalan cukup baik.
“Sejauh ini pelaporannya sudah berjalan dengan baik. Seluruh resort yang ada sudah memahami mekanisme pelaporan tersebut dan secara berkala menyampaikan data wisatawan mancanegara yang menginap,” katanya.
Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran para pelaku usaha pariwisata di Berau terhadap aturan keimigrasian semakin meningkat.
Selain mendukung pengawasan pemerintah, pelaporan yang tertib juga memberikan rasa aman bagi wisatawan yang datang berkunjung.
Catur juga menegaskan bahwa pihak Imigrasi Tanjung Redeb akan terus melakukan pengawasan serta menjalin komunikasi aktif dengan para pelaku usaha pariwisata.
Dengan demikian, setiap potensi permasalahan terkait keberadaan warga negara asing dapat diantisipasi sejak dini.
“Ke depan kami berharap sinergi ini terus berjalan dengan baik. Dengan kerja sama yang kuat antara pihak imigrasi dan pengelola wisata, pengawasan terhadap wisatawan mancanegara dapat dilakukan secara optimal,” tuturnya. (aky/hmd)
Editor : Nurismi