BERAU POST – Masyarakat diimbau tidak perlu melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM), secara berlebihan atau panic buying. Pasalnya, PT Pertamina (Persero) memastikan cadangan energi nasional dalam kondisi aman, termasuk di wilayah Kabupaten Berau.
SBM Kaltimut III Fuel khususnya wilayah Berau, Hermawan Bagus, menyampaikan, bahwa pihaknya terus memantau dan memastikan ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat.
Menurutnya, masyarakat diharapkan dapat membeli BBM sesuai kebutuhan agar tidak terjadi penumpukan pembelian di satu waktu.
“Kami terus memastikan pasokan energi tersedia bagi masyarakat Berau,” paparnya.
“Dengan membeli BBM secara bijak dan tidak berlebihan, kita bersama-sama menjaga agar seluruh masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lancar,” tambahnya.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kekhawatiran yang sempat muncul di beberapa daerah terkait ketersediaan BBM dan memicu panic buying.
Namun Pertamina menegaskan bahwa cadangan energi nasional saat ini berada dalam kondisi aman.
Masyarakat pun diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM. Pertamina memastikan cadangan energi nasional berada di atas batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa perusahaan telah melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasokan energi, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penguatan pasokan atau build up untuk sejumlah produk energi, khususnya BBM dan LPG.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan energi masyarakat pada periode hari besar keagamaan.
“Dalam rangka memastikan ketersediaan energi, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, PT Pertamina juga telah melakukan berbagai langkah penguatan pasokan untuk produk energi seperti BBM dan LPG,” jelas Baron.
Selain melakukan penguatan pasokan, Pertamina juga memantau kondisi distribusi energi secara ketat.
Pemantauan dilakukan melalui Pertamina Digital Hub, yaitu sistem pengawasan dan pengendalian pasokan energi yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.
Melalui sistem tersebut, perusahaan dapat memantau ketersediaan energi secara menyeluruh dan memastikan cadangan tetap terjaga setiap waktu.
Baron menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi digital serta sistem pemantauan secara real time menjadi salah satu langkah strategis dalam mengawasi pengelolaan energi nasional.
Saat ini Pertamina Digital Hub telah terhubung dengan seluruh lini bisnis Pertamina. Dengan sistem tersebut, setiap aktivitas dan proses operasional dapat dipantau secara menyeluruh dan transparan guna memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Di sisi lain, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menjelaskan, melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa pasokan BBM nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Stok BBM yang berada pada kisaran sekitar 21 hari merupakan stok atau pasokan operasional yang secara normal dikelola dalam sistem logistik energi nasional guna menjamin kelancaran distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia.
Pasokan operasional dimaksud adalah pasokan BBM yang disimpan dan sudah memenuhi kapasitas penimbunan BBM secara nasional yang akan disalurkan kepada masyarakat, jumlah pasokan tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui atau dipenuhi kembali sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat.
“Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok bbm yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional,” paparnya.
“ Stok ini terus dilakukan top-up atau re-fill atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin berkala juga dilakukan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga memiliki sistem pengelolaan rantai pasok energi yang terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai wilayah Indonesia.
Sistem ini memastikan ketersediaan energi tetap terjaga dan dapat diakses masyarakat secara merata.
Menanggapi dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional.
“Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan situasi global dan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, antara lain melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan rantai pasok energi nasional tetap berjalan dengan baik sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal. (aja/hmd)
Editor : Nurismi