Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Nostalgia Bioskop Mahakam dan Warung Anggrek: Tempat 'Healing' Mahasiswa Samarinda Era 80-an

Beraupost • Senin, 23 Februari 2026 | 18:10 WIB

Daeng Sikra
Daeng Sikra

BIOSKOP Mahakamah Samarinda menyimpan banyak kenangan. Ya, sekarang memang hanya bisa dikenang. Kenangan yang indah.

Bangunan yang berdiri dikawasan Jalan Yos Sudarso, masih ada. Tak secantik dulu lagi. Wajah depannya hitam berlumut.

Di sisi kiri bangunan itu, masih tampak bangunan tua milik sahabat saya, almarhum Ronal Lolang. Hanya warnanya yang berubah. Bukan lagi putih bersih seperti dulu.

Ada kegiatan apa Daeng sampai ke kawasan pelabuhan itu? Saya ingin napak tilas saja. Melihat bangunan bioskop, ketika sama-sama menonton film Gita Cinta SMA. Maklum, nonton bareng mahasiwa dengan harga tiket murah.

Bukan soal bagaimana asyiknya nonton film remaja itu. Ada sisi lain sekitar bioskop yang seolah menjadi arsip masa lalu. Masa remaja di kampus Unmul, Jalan Flores.

Yang pernah lama di Samarinda, pasti tahu atau setidaknya pernah berkunjung ke Warung Anggrek. Warung standar mahasiswa saat itu. Yang dicari SOP buntut dan es kacang merah.

Bagi mahasiswa asal Berau, di depan warung itu adalah kawasan pelabuhan. Lebih dikenal dengan nama Gudang Garam.

Tempat itu menjadi pusat penantian mahasiswa, bipa kapal merapat. Kapal dari Berau.

Pak Makmur termasuk dalam antrean menunggu paket kiriman. Petugas kapal sudah hafal siapa siapa saja yang ada kiriman dari orangtuanya. Ada yang kirim ikan asin hingga beras.

Saya harus kecewa. Warung Anggrek yang saya bayangkan masih berjualan ternyata sudah pindah. Ada spanduk besar bertuliskan ‘pindah lokasi’ ke Jalan Urip Sumoharjo.

Mengurangi rasa kecewa, saya masuk saja ke warung di sampingnya. Yang dari dulu menawarkan sari kedelai. Harganya Rp 13 ribu per botol.

Saya belilah untuk dibawa pulang. Duduk sambil membayangkan detail ruangan di Warung Anggrek yang pintu besinya tertutup rapat.

Saya masih ingat, bangku yang jadi pilihan duduk menikmati es kacang merah dan SOP buntut. Kenangan puluhan tahun silam. Bersama so dia. Hehehehe.

Masih hafal, di mana tempat memarkir motor Honda 70 yang busi ya sering melacung. Gara-gara melacung itu, saya kalangkabut mencari di mana sang busi melacung.

Sementara jalan depan Hotel Mesra lumayan ramai. Makanya motor saya itu di gelari di melacung

Tak bisa benar-benar merasakan napak tilas di Warung Anggrek. Warung standar mahasiswa selain warung kare ayam di depan kampus Jalan Flores.

Saya akan tetap mencari, dimana gerangan alamat barunya. Saya rindu sap buntut dan es kacang merahnya. (sam) @daengsikra.id

Editor : Nurismi
#Catatan #Daeng Sikra