Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tingkatkan Literasi, Dispusip Berau Salurkan Bantuan Buku dan Komputer ke 15 Perpustakaan Kampung

Beraupost • Selasa, 23 Desember 2025 | 08:40 WIB
ILUSTRASI: Dispusip kembali menyalurkan bantuan buku kepada perpustakaan di kampung dan sekolah, salah satu sumbernya dari Perpusnas. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Dispusip kembali menyalurkan bantuan buku kepada perpustakaan di kampung dan sekolah, salah satu sumbernya dari Perpusnas. (IZZA/BP)

BERAU POST – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau, menyalurkan bantuan buku dan perangkat pendukung kepada sejumlah perpustakaan kampung sebagai upaya memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar dan kegiatan masyarakat di tingkat kampung.

Kepala Dispusip Berau, Yudha Budisantoso, mengatakan pada tahun ini pihaknya menyalurkan bantuan kepada 15 perpustakaan kampung.

Bantuan tersebut berupa koleksi buku bacaan serta komputer yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan literasi dan administrasi perpustakaan.

Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perpustakaan yang sebelumnya telah melalui proses pendataan.

“Dispusip tahun ini kembali memberi bantuan kepada 15 perpustakaan kampung. Dengan bantuan berupa buku dan komputer,” ujarnya.

Selain itu, bantuan juga mengalir dari Perpustakaan Nasional. Sebanyak 25 perpustakaan sekolah dan perpustakaan kampung di Berau menerima bantuan buku bacaan bermutu dari Perpusnas.

"Bantuan itu diharapkan dapat melengkapi koleksi yang sudah ada, sekaligus memperkaya pilihan bacaan bagi pelajar dan masyarakat umum," ucapnya.

Dijelaskan, pihaknya tidak hanya fokus pada penambahan koleksi, tetapi juga mendorong pengelola perpustakaan kampung agar mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak kaku.

Perpustakaan perlu diposisikan sebagai ruang yang hidup, di mana masyarakat merasa nyaman untuk datang, membaca, berdiskusi, maupun mengikuti berbagai kegiatan.

Bagi Dispusip, langkah tersebut merupakan contoh bagaimana perpustakaan dapat hadir sebagai ruang kegiatan sekaligus media pemberdayaan masyarakat.

“Kalau perpustakaan rutin menggelar aktivitas, masyarakat akan merasa ada manfaat nyata. Dari situ kunjungan bisa meningkat,” katanya.

Ia berharap, bantuan yang disalurkan mampu meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang inklusif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Tahun lalu, Dispusip juga telah menyalurkan bantuan buku ke 22 perpustakaan kampung.

Setiap perpustakaan menerima sekitar 600 judul buku dengan beragam tema yang bersifat tematik, mulai dari perikanan, pertanian, hingga perkebunan. Tema-tema tersebut dipilih untuk mendukung potensi dan karakteristik kampung masing-masing.

“Kami memprogramkan bantuan pengadaan buku, tapi koleksi mereka awalnya dari kampung sendiri. Kita lihat dulu, kalau ada yang perlu dibantu tentu akan dibantu,” bebernya.

Ia menambahkan, sebelum bantuan diberikan, pihaknya melakukan inventarisasi untuk mengetahui perpustakaan mana saja yang membutuhkan dukungan dan bentuk bantuan apa yang paling sesuai. Pasalnya, kondisi dan kekurangan tiap perpustakaan kampung tidak sama.

“Kami inventaris dulu mana perpustakaan yang perlu dibantu dan apa bentuk bantuannya. Karena kekurangan masing-masing perpustakaan berbeda-beda,” paparnya.

Ia juga mengingatkan bahwa saat ini kampung telah diperbolehkan menggunakan alokasi dana kampung (ADK) untuk kebutuhan perpustakaan, termasuk pengadaan judul buku. (aja/hmd)

Editor : Nurismi
#Kabupaten Berau #literasi #bantuan buku #Perpustakaan Kampung #Dispusip