BERAU POST – Semangat komunitas penggemar Budaya Populer Jepang atau yang akrab disebut "Jejepangan," kembali membara menjelang akhir tahun. Di Berau, terdapat satu komunitas Jejepangan yakni Hikari.
Ketua Hikari Berau, Hery Fitra Jayadi mengatakan, Hikari terbentuk dari beberapa orang yang menyukai hal yang berbau anime.
Berasal dari situlah terbentuk komunitas yang saat ini sudah berisi 45 orang.“Kami tidak memaksa semua harus cosplay,” ujarnya.
Sejatinya budaya Jejepangan masih dianggap tabu di Berau, namun Hikari, berkomitmen mengangkat dua budaya sekaligus, yakni budaya Jepang dan Berau, yang dipadukan dalam satu tema. Sesuatu yang diyakininya bukan tidak mungkin dilakukan.
“Kami ingin Berau ini semakin dikenal,” ucapnya.
Bahkan kecintaan terhadap Berau dibuktikan dengan logo Hikari menggunakan logo penyu. Selain itu, yel-yel mereka perpaduan tiga bahasa, yakni Jepang, Inggris dan Berau.
“Komunitas ini baru satu bulan, tapi kami yakin akan ramai,” ungkapnya.
Rata-rata usia cosplayer yang bergabung dikomunita tersebut yakni antara 17 tahun ke atas. Namun ada juga yang masih di bawah 17 tahun.
Heri menegaskan, untuk anggota usia 17 tahun ke bawah harus mendapat izin dari orang tua. “Untuk yang tidak punya baju, kami ada wadah penyewaan,” katanya.
Salah seorang Cospalyer yakni Jiso, ia bergabung dengan komunitas cosplay di Samarinda sejak 2019 lalu. Awal mula tertarik, karena dirinya sering menonton anime yang lama kelamaan membuatnta mulai tertarik untuk mencoba baju anime.
Ketertarikannya itu awal mulanya dilarang oleh orangtuanya. Namun seiring berjalannya waktu, orangtuanya pun mulau memahami kesenangan anaknya.
"Waktu awal pertama kali cosplay itu berkat bantuan dan support teman-teman sekitar jiso," ungkapnya.
Jiso yang berasal dari Tenggarong sering berkunjung ke acara jejepangan di Samarinda dan Balikpapan, hingga akhirnya ia memiliki nama sendiri, bahkan sampai dikontrak pihak Balikpapan sebagai Ambassador. Hal itu tentu merupakan pencapaian terbesar dalam hidupnya.
"Alhamdulillah, akhirnya di sini sudah punya teman yang sama-sama suka cosplay dan anime, walaupun belum besar," tuturnya.
Ia berharap, komunitas Hikari bisa besar, dan semakin mengenalkan budaya Berau ke luar daerah. Ia juga berharap ada lirikan pemerintah, untuk bisa menggelar even yang berbau Jejepangan di Berau.
“Kami berharap, pemerintah bisa melirik kami. Kami ingin padukan dua budaya besar,” tutupnya. (hmd)
Editor : Nurismi