Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Optimalkan Kinerja Perpustakaan Sekolah dan Kampung

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Kamis, 19 September 2024 | 14:15 WIB
INTEGRASIKAN DATA PERPUSTAKAAN: Dispusip Berau rutin memberikan pelatihan otomasi perpustakaan aplikasi Inlislite dan pengelolaan perpustakaan ke-pada pengelola perpustakaan sekolah dan kampung.
INTEGRASIKAN DATA PERPUSTAKAAN: Dispusip Berau rutin memberikan pelatihan otomasi perpustakaan aplikasi Inlislite dan pengelolaan perpustakaan ke-pada pengelola perpustakaan sekolah dan kampung.

TANJUNG REDEB – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau mengintegrasikan data seluruh perpustakaan yang ada di Berau, dengan menerapkan aplikasi Inlislite, baik perpustakaan sekolah maupun kampung.

Kepala Dispusip Berau, Yudha Budisantoso mengatakan, dalam penerapan tersebut pihaknya memberikan pelatihan bagi pengelola perpustakaan melalui aplikasi Inlislite kepada perpustakaan yang belum menggunakan aplikasi tersebut.

“Pelatihan penggunaan aplikasi ini merupakan bagian untuk meningkatkan pengelolaan perpustakaan dari konvensional layanan berbasis komputerisasi,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Inlislite merupakan aplikasi otomasi perpustakaan yang dibangun dan dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) sejak tahun 2011 lalu. Sayangnya, lantaran keterbatasan fasilitas dan jaringan internet yang ada di Berau, membuat perpustakaan belum menerapkan aplikasi tersebut.

“Dalam aplikasi itu bisa dilihat jumlah data kunjungan perpustakaan, bahkan semua koleksi buku yang ada. Dan terintegrasi sampai perpustakaan nasional,” terangnya.

Aplikasi Inlislite memiliki beragam manfaat untuk pengelola perpustakaan. Di antaranya membantu pengembangan otomasi perpustakaan di seluruh Indonesia, sebagai tool perpustakaan digital untuk mengelola koleksi full teks dan multimedia.

Melaksanakan program nasional yang diamanatkan kepada Perpusnas untuk menghimpun data koleksi nasional dalam sebuah Katalog Induk Nasional (KIN) dan Bibliografi Nasional Indonesia (BNI).

“Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi,” jelasnya.

Pihaknya, berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan perpustakaan melalui berbagai program yang mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.

Di sisi lain, pihaknya memberikan beberapa kelas pelatihan kepada pengelola perpustakaan. Pelatihan singkat ini nantinya, seluruh pengelola perpustakaan di Berau terutama perpustakaan kampung diharapkan sudah bisa menggunakan aplikasi tersebut.

“Sebagian perpustakaan sudah semua menggunakan Inlislite. Bahkan, dari Bidukbiduk dan Maratua juga sempat mengikuti pelatihan,” ucapnya.

“Jadi kami upayakan yang jauh dan belum menggunakan aplikasi tersebut kita beri bimtek. Karena kita harus menyesuaikan zaman,” sambungnya.

Lanjutnya, ada sebagian perpustakaan yang belum memiliki komputer untuk menginput data perpustakaan. Mereka bisa pengadakan terlebih dulu atau bisa melalui Dispusip jika ada programnya. Bahkan, bantuan itu bisa datang dari pusat.

“Nanti kami inventaris perpustakaan mana yang sudah siap dan memang rutin mengadakan kegiatan. Arahnya tentu kita realisasikan ke sana,” paparnya.

Selain aplikasi tersebut, pihaknya juga memperkenalkan terkait buku digital. Di mana bisa di scan melalui barcode dan bisa dibaca pengunjung perpustakaan di mana saja. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan daya tarik perpustakaan supaya layak kunjung hingga penilaian akreditasi.

Sementara, Penelaah Teknis Dispusip Berau, Anwar Hanani menyampaikan, peserta kegiatan pelatihan Inlislite terdiri dari pengurus perpustakaan sekolah dan kampung.

“Perlu diketahui aplikasi yang digunakan berbeda kalau sekolah namanya Simple Perpus sedangkan perpustakaan kampung menggunakan Inlislite,” terangnya.

Peserta diajarkan mulai dari cara mengunduh aplikasi, penginstalan, penerapan, cara menginput data, dan sebagainya. “Yang jelas Perpus yang menggunakan aplikasi ini harus memiliki jaringan internet,” tegasnya.

Pelatihan ini rutin diadakan setiap tahunnya. Sebelumnya diikuti sebanyak 30 peserta tahun ini sebanyak 20 peserta secara bertahap. (*/aja/arp)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#digitalisasi #berau #perpustakaan #literasi