Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Teman Kekasih Dianiaya Gegara Cemburu Buta

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Selasa, 17 September 2024 | 04:01 WIB

 

TERTUNDUK MALU: Pelaku penganiayaan yang diamankan pihak kepolisian Polsek Sambaliung beberapa waktu lalu.
TERTUNDUK MALU: Pelaku penganiayaan yang diamankan pihak kepolisian Polsek Sambaliung beberapa waktu lalu.

TANJUNG REDEB – Karena cemburu buta, seorang pemuda berinisial MI (22) harus berurusan dengan pihak kepolisian, akibat melakukan penganiayaan terhadap teman kekasihnya di salah satu kafe yang berada di Kecamatan Sambaliung pada Rabu (11/9) lalu.

Kapolsek Sambaliung, AKP Amin Maulani mengatakan, akibat peristiwa ini pelaku langsung diamankan oleh personel Polsek Sambaliung untuk mempertanggungjawabkan yang telah dilakukannya kepada rekan kekasihnya tersebut.

“Pelaku sudah kami amankan. Saat ini sedang dalam proses hukum lebih lanjut,” ujarnya kepada awak media ini.

Kronologi kejadian dijelaskannya, bermula terjadi lantaran pacarnya bersama sang korban duduk bersantai atau nongkrong di salah satu kafe di Kecamatan Sambaliung usai kerja. Setelah mengetahui hal tersebut, pelaku langsung menyusul kekasihnya dan melakukan penganiayaan kepada korban.

Alih-alih memastikan terlebih dahulu identitas korban yang sebenarnya, pelaku nekat melayangkan pemukulan tersebut, meskipun identitas korban sudah disampaikan oleh pacarnya.

“Sudah dijelaskan sama pacarnya bahwa korban itu tomboy. Dan saat didatangi memang gayanya (korban,red), seperti laki-laki,” bebernya. 

Karena merasa disakiti oleh pelaku, korban lalu melaporkan masalah itu ke Polsek Sambaliung. “Korban sendiri yang melaporkan. Pelaku sekarang sudah ditahan dan sedang menjalani proses hukum,” ucapnya.

Akibat kejadian ini, dirinya mengimbau masyarakat khususnya yang berada di wilayah hukum Polsek Sambaliung, untuk bisa berdiskusi sebelum melakukan kekerasan. Pasalnya, peristiwa seperti ini bisa menjadi pelajaran untuk semua agar tidak langsung mengambil tindakan.

“Hal seperti ini seharunya bisa didiskusikan, jangan langsung main tangan ataupun lainnya. Intinya jangan langsung mengambil tindakan di saat tubuh masih emosi,” tandasnya.(aky/arp) 

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#berau #penganiayaan #kasus