TANJUNG REDEB - Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi blankspot di Kabupaten Berau, termasuk halnya dengan rencana penggunaan sistem komunikasi internet berbasis satelit garapan Elon Musk, Starlink.
Prosesnya pun dipastikannya tengah dibahas Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Berau. "Sudah di Bapelitbang (perencanaan, red), kalau jaringan bagus artinya terpasang sudah itu (starlink, red)," ujar Bupati saat ditemui beberapa waktu lalu.
Melihat banyaknya lokasi yang terisolasi dan tidak memiliki jaringan internet, beberapa wilayah blankspot akan ditangani menggunakan Starlink secara bertahap. Sehingga proyek ini dikatakan akan dikerjakan secara kontinu, sambil memperhatikan kemampuan anggaran yang ada.
“Jadi kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran. Ini akan kontinu untuk mengentaskan wilayah blankspot,” jelasnya.
Nantinya dijelaskan bupati, pemasangan akan menyasar kampung-kampung yang masih sulit jaringan, atau bahkan tidak ada jaringan. Pemasangan atau pembelian unitnya akan teranggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau, sedangkan perawatan atau pembayaran rutin bulanannya akan dibebankan kepada pemerintah kampung.
“Sehingga nanti itu rencananya kampung kita pasangkan, yang bayar per bulannya diambil dari APBK,” jelasnya.
Bupati menegaskan, pemasangan akan diutamakan pada wilayah-wilayah blankspot, seperti perkampungan di wilayah Kecamatan Kelay atau daerah lain yang serupa.
Hal ini diupayakan agar pengentasan wilayah blankspot bisa dilakukan secara bertahap dan akhirnya Berau bebas wilayah blankspot harapannya.
“Prospeknya yang kita utamakan yang berada di wilayah blankspot pasti, kita upayakan di semua tempat (blankspot). Diutamakan di wilayah yang membutuhkan koordinasi cepat, membutuhkan jaringan internet ini,” pungkasnya.
Salah satu masyarakat, Pipin, mengaku ikut senang jika program tersebut dilaksanakan. Sebab dirinya yang saat ini tinggal di salah satu kampung di Kelay cukup kesulitan karena jaringan internet yang terbatas. “Kami tentu sangat bahagia jika program itu dikerjakan, dan memberikan dampak bagi masyarakat," katanya.
Dilansir dari Jawapos.com, Starlink menawarkan 6 paket layanan yang bisa digunakan. Harganya pun beragam, untuk perangkat kerasnya termurah dengan harga Rp 7,8 juta hingga yang termahal Rp 43,2 juta untuk tipe bergerak. Langganan per bulan juga dimulai dari Rp 750 ribu, hingga Rp 86,1 juta untuk paket kapal dan mobile darat.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Berau akhirnya akan mengusulkan 10 peranti Starlink. Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi membeberkan usulan itu akan diajukan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau 2024, masa perubahan akan mengusulkan setidaknya 10 piranti terlebih dahulu.
“Iya, kita akan usulkan di masa perubahan ini, pertama ini sebanyak 10 unit dahulu,” ungkapnya. (sen/sam)