TANJUNG REDEB – Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau memiliki banyak tempat atau objek wisata yang bisa menjadi daya jual, seperti Pulau Derawan, Maratua dan pulau lainnya. Pasalnya, diketahui pulau-pulau tersebut juga menjadi salah satu target para pelancong untuk datang dan menikmati seluruh objek wisata tersebut.
Adanya hal ini juga menjadi perhatian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau. Di mana, menurut Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, untuk mempromosikan objek wisata unggulan Berau tidak hanya terpaku dengan instansi saja, karena saat ini seluruh masyarakat sudah memiliki media sosial. Sehingga warga Berau juga bisa mempromosikan objek wisata unggulan tersebut melalui media sosial.
“Karena memang kita juga harus melibatkan warga Berau juga agar bisa menarik wisatawan bisa berkunjung ke wisata unggulan yang kita miliki ini,” ujarnya kepada awak media ini.
Tak hanya itu saja, warga Berau disebutnya juga bisa berpartisipasi aktif dalam setiap event pariwisata dan budaya yang telah digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Diketahui, Disbudpar telah merilis Calender of Event Berau 2024. Dari kalender tersebut, terdapat sekitar 20 event budaya dan pariwisata yang bakal digelar di kampung dan pusat kota, Tanjung Redeb.
Ilyas menyebut, event tersebut digelar demi meningkatkan budaya Berau sebagai kota yang dapat hidup dari sektor wisata, tentunya melalui dukungan penuh warga.
“Event ini yang terus dipromosikan. Selain wisatawan lokal, kita upayakan untuk menarik perhatian wisatawan mancanegara,” harapnya.
Partisipasi warga Berau, sebut Ilyas, dapat dilakukan dengan mengenalkan setiap agenda wisata yang bakal digelar pada tahun ini. Kemudian, memastikan hadir setiap event yang digelar, kehadiran tersebut akan memberikan semangat kepada warga kampung untuk terus melestarikan nilai-nilai kebudayaan leluhur.
“Itu partisipasi nyata. Kita harus saling dukung dalam hal ini,” tegasnya.
Selain untuk masyarakat kampung, dukungan warga Berau juga akan berdampak baik terhadap roda perekonomian di Berau. Sebab, dengan banyak event yang dihelat, maka tidak menutup kemungkinan akan berdampak kepada Usaha Mikro, Kecil dan Memengah (UMKM) yang ada di Bumi Batiwakkal ini.
“Efek dominonya jelas dari setiap event itu. Kami upayakan setiap kegiatan yang digelar bisa dijangkau kantong masyarakat,” ujar Ilyas.
Diharapkan, ke depan setiap anak muda kreatif di Berau hingga kalangan pers dapat terjun langsung untuk mempromosikan rangkaian event di Berau selama setahun ke depan.
Upaya tersebut akan berdampak panjang terhadap masa depan pariwisata Berau yang hingga 20 tahun ke depan akan dijadikan tulang punggung ekonomi daerah.
“Jadi, sudah harus terbangun dari sekarang, agar kita tinggal menyambut efek keuntungan dari sektor wisata tersebut,” tandasnya. (aky/arp)