GUNUNG TABUR – Korban HJP (38) yang diduga terjatuh saat tambat tali di perairan Gunung Tabur, ditemukan tak bernyawa di 9,5 kilometer (Km) dari lokasi hilang.
Koordinator Lapangan Basarnas Berau, Nur Ngalim, mengatakan korban ditemukan pada saat penyisiran hari kedua bersama tim gabungan sekira pukul 06.30 Wita. Jenazah korban pun dibawa ke RSUD dr Abdul Rivai.
Selama pencarian, ia mengungkapkan arus sungai cukup deras. Sehingga, hal itu sempat menghambat tim pencarian. Di sisi lain, laporan dengan waktu kejadian berdekatan, teknik pencarian dengan menyelam akhirnya tidak bisa diterapkan. “Jarak pandang di sungai itu 0 meter, jadi tidak memungkinkan untuk dilakukan penyelaman,” terangnya.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Berau, BPBD Berau, Satuan Polair Polres Berau, TNI/Polri dan masyarakat itu akhirnya dihentikan usai jasad HJP ditemukan. Di mana perahu karet milik Basarnas dan satu unit speedboat milik BPBD Berau dan Satpolair diterjunkan. “Bahkan dari masyarakat juga membantu pencarian,” terangnya.
Terpisah, Kasi Humas Polres Berau, Iptu Suradi, menerangkan pada hari Minggu (10/3) sekitar pukul 06.00 Wita, Tim Gabungan dan masyarakat setempat menemukan mayat seorang pria di Perairan Sungai Kelay, sekitar Jalan Pangeran Diguna.
Usai penemuan, jasad langsung dibawa ke RSUD dr Abdul Rivai untuk melaksanakan visum.
“Jadi diketahui, korban akan dibawa kampung halamannya dan akan dimakamkan di sana,” pungkasnya.
Sebelumnya, seorang pria berusia 38 tahun diketahui hilang pada Jumat (8/3) sore di Kelurahan Gunung Tabur. Kejadian bermula ketika HJP (38) tengah berusaha menambatkan tali kapal. Namun, saat turun ke tongkang kapal, ia tergelincir dan terjatuh ke dalam air dengan pakaian terakhir baju hitam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Novian Hidayat, menerangkan, telah menerima laporan sekitar pukul 15.25 Wita. “Usai dapat laporan, kami langsung bergegas menyikapinya,” ujarnya.
Dari laporan di lapangan, korban diketahui terjatuh saat hendak menambatkan tali kapal. Meski hingga pencarian kini, belum diketahui apa penyebab pasti yang menyebabkan korban terjatuh ke dalam air. (sen/arp)
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi