Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bukan Sekadar Lip Service! Disbudpar Berau Targetkan 'Excellent Service' Jadi Kunci Wisatawan Balik Lagi

Beraupost • Kamis, 26 Maret 2026 | 07:10 WIB

OPTIMISTIS: Disbudpar Berau mendorong sinergi antar-OPD dan pelayanan prima untuk meningkatkan sektor pariwisata. (IZZA/BP)
OPTIMISTIS: Disbudpar Berau mendorong sinergi antar-OPD dan pelayanan prima untuk meningkatkan sektor pariwisata. (IZZA/BP)

BERAU POST – Sektor pariwisata terus didorong sebagai salah satu penopang ekonomi daerah ke depan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak, baik masyarakat maupun organisasi perangkat daerah (OPD), dalam mendukung kemajuan pariwisata.

Menurutnya, kesiapan masyarakat sebagai tuan rumah menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman positif bagi wisatawan.

Pelayanan yang diberikan tidak boleh sekadar formalitas, melainkan harus mengedepankan kualitas dan kesungguhan.

“Jadi bukan sekadar lip service, tapi benar-benar excellent service,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Adapun pelayanan yang maksimal disebutnya akan berdampak langsung pada tingkat kunjungan wisatawan.

Sebab, wisatawan yang merasa puas, cenderung akan kembali berkunjung bahkan merekomendasikan destinasi tersebut kepada orang lain.

Selain peran masyarakat, ia juga melihat pentingnya dukungan dari pemerintah daerah. Diakui, sebelumnya Disbudpar sempat menghadapi tantangan dalam menjalankan program. Namun kini, sinergi antar OPD mulai terbangun dengan baik.

“Alhamdulillah sekarang sinergitas sudah mulai terjalin. Kalau dulu terasa berat bekerja sendiri, sekarang OPD-OPD sudah mulai saling mendukung,” sebutnya.

Selain itu, ia mengusulkan agar semua kegiatan dari masing-masing OPD dikumpulkan dalam satu kalender event tahunan Kabupaten Berau.

Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan promosi dan daya tarik wisata daerah secara lebih luas.

“Ke depan, kami harapkan semua event dari OPD bisa dikumpulkan menjadi satu kalender tahunan. Jadi orang luar bisa melihat bahwa ternyata event di Berau ini banyak dan beragam,” katanya.

Selama ini, pelaksanaan event dikatakannya masih berjalan sendiri-sendiri, sehingga informasi tidak tersampaikan secara maksimal kepada publik. Dampaknya, tidak sedikit kegiatan yang minim pengunjung.

“Kadang event jadi sepi karena tidak terpublikasi dengan baik. Ini yang perlu dibenahi bersama, dengan menghilangkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi,” tegasnya.

Terlebih, sektor pariwisata memiliki cakupan yang luas dan tidak hanya bergantung pada potensi alam.

Berbagai konsep seperti sport tourism dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Berau.

“Pariwisata ini luas, bukan hanya alam. Sport tourism juga punya potensi besar. Misalnya kegiatan trail atau otomotif, itu bisa menarik wisatawan kalau dikemas dalam event yang baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan sektor pariwisata juga menjadi langkah strategis dalam menghadapi masa transisi pascatambang.

Dengan pengembangan yang optimal, masyarakat diharapkan memiliki sumber penghasilan alternatif yang berkelanjutan.

“Harapannya masyarakat punya pegangan, punya sumber ekonomi lain dari sektor pariwisata. Jadi ketika tambang berakhir, kita sudah siap,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan pariwisata daerah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta perlu diperkuat, agar pengelolaan destinasi wisata di Bumi Batiwakkal dapat berjalan lebih optimal dan profesional.

Dengan kerja sama yang baik, sektor pariwisata diyakini mampu bersaing dengan daerah lain yang lebih dahulu berkembang.

Apalagi Berau memiliki potensi wisata yang sangat besar dan beragam. Potensi tersebut dinilai mampu menarik minat wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, jika dikelola secara tepat.

“Potensi wisata kita besar, tapi harus dikelola dengan serius supaya bisa memberikan manfaat ekonomi yang nyata,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan besarnya potensi tersebut tidak cukup hanya mengandalkan promosi semata.

Diperlukan pengelolaan yang serius dan terarah agar sektor pariwisata benar-benar memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata.

Keberadaan tenaga profesional seperti pemandu wisata sangat berpengaruh dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengunjung.

“Kita harus menyiapkan SDM yang mampu memberi pengalaman wisata yang berkesan,” jelasnya.

Lebih lanjut, keterlibatan pihak swasta maupun pihak ketiga dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pengembangan destinasi wisata.

Tidak hanya dari sisi pembangunan, tetapi juga dalam hal peningkatan kualitas pengelolaan.

“Dengan kolaborasi yang baik, pariwisata Berau bisa lebih maju, profesional, dan menjadi unggulan ekonomi daerah,” pungkasnya. (aja/arp)

Editor : Nurismi
#Disbudpar Berau #pariwisata #wisatawan #pelayanan