BERAU POST – Selama Ramadan hingga Lebaran, pihak Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Berau terus memastikan jalur distribusi gas melon atau LPG 3 Kilogram aman.
Kabid Bina Usaha dan Perdagangan Diskoperindag Berau, Hotlan Silalahi menerangkan, inspeksi mendadak (sidak) tidak lagi menunggu agenda rutin dua mingguan, melainkan bisa dilakukan kapan saja dengan melibatkan tim teknis lintas instansi, termasuk penegak peraturan daerah (perda) dan aparat kepolisian.
“Kami tetap jalankan fungsi pengawasan, tapi sifatnya mendadak. Tidak ada toleransi. Kalau ditemukan pelanggaran, langsung kita proses,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini diambil karena Diskoperindag telah berulang kali melakukan sosialisasi terkait aturan distribusi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG subsidi. Karena itu, tidak ada lagi alasan bagi pangkalan atau pihak tertentu untuk melanggar ketentuan.
“Sudah sering kami beri imbauan. Kalau masih ada yang main harga atau menimbun, kami beri efek jera. Apalagi kalau sudah melanggar perda maupun undang-undang,” tegasnya.
Pengawasan pun akan difokuskan pada empat kecamatan terdekat, dengan prioritas utama di Kecamatan Tanjung Redeb yang menjadi wilayah dengan konsumsi gas melon tertinggi di Kabupaten Berau.
"Prioritas pengawasan kami lakukan di Kecamatan Tanjung Redeb, namun kecamatan lain juga tetap dalam pemantauan," ujarnya.
Hotlan mencontohkan, dalam sidak sebelumnya pada komoditas BBM, tim menemukan praktik penimbunan solar yang merugikan masyarakat dan langsung diproses hukum.
"Pola serupa akan diterapkan terhadap distribusi LPG subsidi," jelas Hotlan.
Melalui pengawasan mendadak ini, Diskoperindag berharap distribusi gas melon tetap tepat sasaran, harga sesuai HET, serta kebutuhan masyarakat selama Ramadan tetap terpenuhi tanpa permainan oknum tak bertanggung jawab.
"Jangan ada yang main-main, jika ditemukan langsung kami proses," pungkasnya. (hmd/arp)
Editor : Nurismi