Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kabar Gembira! Pulau Kakaban Kini Dibuka Kembali!

Beraupost • Selasa, 18 Februari 2025 | 08:53 WIB
SERTIFIKASI: Pulau Kakaban menjadi salah satu dari 71 pulau-pulau kecil yang akan disertifikasi oleh Pemkab Berau. (IZZA/BP)
SERTIFIKASI: Pulau Kakaban menjadi salah satu dari 71 pulau-pulau kecil yang akan disertifikasi oleh Pemkab Berau. (IZZA/BP)

TANJUNG REDEB – Setelah melalui berbagai persiapan dan perencanaan yang matang, Pulau Kakaban akhirnya resmi dibuka kembali untuk umum. Namun, wisatawan belum diperbolehkan untuk berenang di danau tersebut.

Kebijakan itu diterapkan diketahui agar melindungi ekosistem ubur-ubur langka yang hidup di dalam danau tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir menjelaskan, pihaknya tengah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengatur semua kegiatan di Pulau Kakaban.

Sekaligus sedang mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan bertugas mengelola dan menjaga kelestarian pulau tersebut.

“Harus disusun dulu SOP-nya, karena kami ingin segala sesuatunya berjalan dengan teratur. Dan jika memungkinkan, ke depannya pengunjung bisa diperbolehkan untuk berenang lagi di danau tersebut,” kata Ilyas.

Saat ini, pengelolaan Pulau Kakaban berada di bawah tanggung jawab Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua yang bekerja sama dengan berbagai instansi terkait.

Kepala Kampung Payung-Payung, Rico mengungkapkan, keputusan untuk membatasi aktivitas berenang ini diambil setelah adanya perundingan antara Disbudpar Berau dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim.

Menurutnya, larangan tersebut langkah yang sangat penting untuk menjaga kelangsungan ekosistem yang ada di dalam laguna Kakaban.

“Memang sudah bisa dikunjungi, tetapi untuk berenang masih dilarang. Ini semua demi kelangsungan hidup ubur-ubur langka yang hidup di sana,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan ini diambil setelah kasus ubur-ubur di Danau Kakaban tidak muncul ke permukaan, pada Desember 2023 lalu. Hal itu membuat banyak wisatawan kecewa karena tidak dapat berenang bersama ubur-ubur.

Ternyata, penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ubur-ubur tersebut terpapar bahan kimia dari tubuh manusia, terutama dari produk-produk kosmetik, seperti make-up atau sunblock yang digunakan oleh wisatawan. Bahan kimia ini diduga menjadi salah satu penyebab mengapa ubur-ubur tersebut tidak muncul seperti biasa.

Untuk itu, pihak pengelola Pulau Kakaban bersama dengan DKP Kaltim menganggap penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan tersebut agar ekosistemnya tetap terjaga.

“Ini semua demi menjaga ekosistem ubur-ubur. Kami tidak bisa langsung membuka akses berenang begitu saja, karena itu bisa merusak habitat mereka,” tegasnya.

Meski begitu, wisatawan tetap bisa menikmati pesona alam yang luar biasa di pulau ini. Salah satu daya tarik utama adalah jalur tracking yang telah dibangun sepanjang lebih dari 2 kilometer pada 2024 lalu.

Jalur itu memungkinkan pengunjung untuk menikmati keindahan hutan tropis yang masih alami, dengan pohon-pohon besar yang menjulang tinggi ke langit. Pengunjung juga bisa menjelajahi hutan bakau yang tumbuh secara alami di sekitar gugusan Pulau Derawan. Keindahan alam ini memberikan pengalaman berbeda bagi para wisatawan yang ingin merasakan kedamaian dan keindahan alam liar.

“Pulau Kakaban ini memiliki banyak keindahan alam yang bisa dinikmati selain berenang di laguna,” jelasnya.

Pihak pengelola juga mengumumkan masa observasi pasca pembukaan ini akan berlangsung selama tiga bulan. Dalam periode ini, Disbudpar Berau akan terus memantau kondisi ekosistem ubur-ubur untuk memastikan bahwa lingkungan di sekitar Danau Kakaban tetap sehat dan tidak terganggu oleh aktivitas manusia.

Jika setelah masa observasi kondisi ekosistem dianggap membaik, tidak menutup kemungkinan wisatawan akan diperbolehkan kembali berenang bersama ubur-ubur langka yang menjadi ikon Pulau Kakaban.

“Jika kondisi membaik, kami akan pertimbangkan untuk membuka akses berenang,” katanya.

Ke depan, Pulau Kakaban tidak lagi ditargetkan untuk menjadi destinasi wisata massal atau mass tourism yang berfokus pada jumlah pengunjung. Sebaliknya, pulau ini akan dijadikan sebagai kawasan quality tourism, yang mengutamakan kenyamanan pengunjung serta keberlanjutan dan keamanan habitat ubur-ubur langka yang ada di sana.(*/aja/arp)

 

 

 

Editor : Nurismi
#berau #destinasi wisata #kaltim #kakaban