TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengadakan lomba permainan tradisional untuk lima cabang olahraga (Cabor), yakni hadang, sumpit, katapel, balogo, dan enggrang. Lomba ini menjadi salah satu rangkaian Hari Jadi ke-71 Kabupaten Berau dan ke-214 tahun Kota Tanjung Redeb.
Perlombaan tradisional tersebut dilaksanakan selama dua hari di Lapangan Batiwakkal, pada 19-20 September. Kategori lomba dibedakan antara masyarakat umum dan peserta didik untuk kelima cabor yang ditandingkan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih sangat menyambut baik terselenggaranya perlombaan ini, sebagai langkah meningkatkan kebugaran masyarakat sekaligus pelestarian olahraga tradisional.
Tentu diharapkannya, permainan tradisional dapat dikenal dan dimainkan kembali oleh masyarakat pada masa sekarang. Ini menjadi tantangan, di tengah perkembangan teknologi khususnya permainan online yang sangat digemari masyarakat.
"Permainan tradisional menjadi penting untuk dilestarikan sebagai bentuk perhatian kami kepada keberadaan olahraga tradisional yang ada di Berau," ucapnya.
Dirinya mendorong jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau untuk melakukan pembinaan dan kerja sama. Termasuk dengan guru-guru olahraga di sekolah untuk mengajarkan olahraga tradisional bagi anak didik.
Terlebih, ke depan akan dilaksanakan Pekan Olahraga Tradisional Kabupaten (PORTRAKAB) di Kabupaten Berau. Agar olahraga tradisional dapat terus lestari sekaligus untuk meningkatkan prestasi Kabupaten Berau pada kompetisi olahraga tradisional.
"Selain itu, agar Kabupaten Berau tidak hanya berjaya di olahraga prestasi, tapi juga tradisional," tuturnya.
Sri Juniarsih memberikan apresiasi kepada para peserta dari kecamatan dan kampung yang berpartisipasi pada perlombaan olahraga tradisional tersebut. Kebersamaan ini tentunya menambah kegembiraan perayaan Hari Jadi ke-71 Kabupaten Berau.
"Saya berharap, perlombaan ini dapat meningkatkan ikatan persaudaraan di antara kita semua," harapnya.
Generasi milenial diajak turut ambil bagian dalam melestarikan dan memainkan kembali olahraga tradisional, agar manfaatnya dirasakan untuk masa yang akan datang.
"Mari kita kembangkan seluruh potensi Kabupaten Berau, kita lanjutkan segala yang baik dan kita tuntaskan setiap tantangan," tandasnya.
Kepala Dispora Berau, Amiruddin menambahkan, peserta olahraga tradisional setiap tahun semakin meningkat. Terutama cabor panahan dan katapel. Pihaknya berkomitmen akan memberikan perhatian yang seimbang antara olahraga prestasi dan tradisional.
Berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2022, sudah tidak ada lagu perbedaan antara olahraga prestasi dan tradisional, hingga disabilitas. Semua memiliki tempat yang sama.
"Di sisi lain, olahraga tradisional berkaitan erat dengan sport tourism. Bisa saja ke depan akan dilaksanakan lomba di destinasi wisata unggulan Berau, seperti Bidukbiduk atau Maratua," sebutnya. (*/aja/adv/arp)