TANJUNG REDEB - Pentingnya kemasan produk yang menarik disadari para pelaku usaha di Kabupaten Berau. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau menggelar pelatihan desain kemasan produk kepada para pelaku usaha yang berada di 10 kelurahan.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang membuka kegiatan yang dilaksanakan kemarin (1/8), mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan semangat berwirausaha, serta pembinaan pada pengusaha UMKM dan IKM, khususnya dalam menghadirkan kemasan produk yang menarik sehingga mendatangkan keuntungan lebih besar.
"Di tengah persaingan produk kekinian yang sudah menembus pasar nasional, tentu kita ingin produk lokal kita juga bisa bersaing dan mendapatkan kesan yang baik," terangnya.
Pengembangan kualitas diakunya sangat diperlukan, seiring dengan berkembangnya sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu motor penggerak pendapatan daerah. Hal ini juga menjadi peluang yang besar bagi Kabupaten Berau, sebagai salah satu daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sangat diunggulkan kepariwisataannya.
"Peluang ini harus bisa diambil dengan mempersiapkan UMKM kita. Apalagi wisatawan yang datang pasti akan membeli oleh-oleh untuk mereka bawa pulang. Adanya kemasan yang menarik bisa menjadi saluran promosi," jelasnya.
Namun, Gamalis mengingatkan agar kemasan ini juga harus dibarengi dengan kualitas. Yang terpenting juga ditekankannya, semua pelaku usaha dapat memperhatikan kebersihan, keamanan, dan cita rasa dari produk yang dijual.
Selain itu, Gamalis juga mendorong Diskoperindag, Dekranasda, dan perangkat terkait untuk terus memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM, memberikan pelatihan, pembinaan, dan kesempatan promosi.
"Kalau kemasannya menarik, aman dibawa, memuat informasi lengkap, masyarakat juga pasti berminat untuk membeli," paparnya.
"Kita harus dukung dan bangga memakai serta mengonsumsi produk asli daerah," ajaknya.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UKM Disperindagkop dan UKM Kaltim, Hidayanti Darma, menuturkan, pelatihan desain kemasan produk tersebut merupakan usulan dari Diskoperindag Berau yang direalisasikan melalui Disperindagkop dan UKM Kaltim.
"Kami lihat minat dari Berau ini sangat besar. Kami nilai itu sebagai suatu peluang yang baik dalam rangka meningkatkan UMKM naik kelas. Serta mendukung destinasi wisata di Kaltim, khususnya Berau," ungkapnya.
Sebutnya, perlu sinergitas antara UMKM dengan pariwisata. Menurutnya, pariwisata tidak akan lengkap jika tidak ada UMKM. Maka produk UMKM perlu ditingkatkan kualitasnya agar lebih bagus dan menarik, serta bernilai jual tinggi dan berdaya saing.
"Produk saja tidak cukup hanya enak saja, karena desain kemasan bisa menentukan pasar yang lebih luas lagi," bebernya.
Jika memang selanjutnya ada keinginan untuk bantuan selanjutnya seperti alat kemasan, melalui Diskoperindag Berau dapat mengusulkan kepada pihaknya untuk diproses. Apalagi usulan itu bukan tidak mungkin diakomodir. "Nanti kita sinkronkan dengan program di provinsi agar bisa diakomodir," tandasnya.
Ditambahkan Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, ke depan diharapkan pelatihan desain kemasan produk dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha yang berada di Berau, termasuk hingga ke kampung-kampung. Terutama untuk mendukung sektor pariwisata Berau yang menjadi andalan di Kaltim.
"Sementara ini yang ikut baru di 10 kelurahan saja, yang di kampung belum terjangkau, supaya semua UMKM bisa naik kelas bersama-sama," harapnya. (*/aja/adv/sam)