Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kembangkan Potensi Kampung

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Sabtu, 8 Juni 2024 | 14:52 WIB
TANAM KAKAO: Masyarakat  di Kampung Mapulu didorong Bupati Berau Sri Juniarsih, untuk mencoba menanam kakao yang saat ini harganya sedang tinggi.
TANAM KAKAO: Masyarakat di Kampung Mapulu didorong Bupati Berau Sri Juniarsih, untuk mencoba menanam kakao yang saat ini harganya sedang tinggi.

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, mendorong masyarakat khususnya di Kampung Mapulu, untuk mengembangkan potensi yang ada di kampungnya.

Salah satunya dengan menanam komoditas kakao yang kini sedang menunjukkan tren positif di Kabupaten Berau.

Ia mengatakan, perkembangan Kampung Mapulu sejauh ini sudah sangat luar biasa. Banyak perhatian yang datang mulai dari pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat. Sudah saatnya masyarakat bangkit dan berkembang untuk hidup yang lebih baik lagi.

Diyakini, dengan potensi yang ada di Kampung Mapulu, tentunya akan bisa seperti kampung-kampung lain yang sudah berhasil. Itu bisa dimulai dengan menanam kakao.

Apalagi harga kakao sedang bagus, yang menRp 150 ribu per kg. Hanya membutuhkan waktu satu tahun dan delapan bulan, kakao sudah dapat dipanen.

Kakao asal Berau sendiri sudah terkenal dengan rasanya yang unik dan digemari hingga mancanegara. Kakao yang telah diolah menjadi cokelat itu, pernah juga dinobatkan sebagai cokelat terbaik se-Indonesia. Maka, tidak ada salahnya jika masyarakat di Mapulu mencoba peluang untuk menanam kakao tersebut.

"Kakao Berau ini menjadi rebutan, bahkan kita kewalahan karena permintaan yang banyak tapi produksinya belum cukup," bebernya.

Ia meminta dinas terkait dalam hal ini Dinas Perkebunan (Disbun) Berau untuk mendukung dan mendampingi para petani yang berminat untuk menanam kakao. Pun masyarakat diminta jangan diam saja menunggu bantuan datang, tapi harus aktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengajukan proposal.

"Semangat masyarakat harus terus ditingkatkan, lakukan komunikasi intens dengan dinas terkait supaya perekonomian di Mapulu bisa meningkat," ucapnya.

Masyarakat Kampung Mapulu juga didorong memanfaatkan semua potensi kampung, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Mulai dari membentuk Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), dan memanfaatkan potensi gunung karst yang ada di sana.

"OPD terkait harus terus didampingi, supaya Mapulu bisa memiliki BUMK sehingga cepat berubah menjadi kampung berkembang," pintanya.

"Untuk hidup lebih baik, kita optimalkan potensi Mapulu untuk kemajuan kampung. Jaga kebersihan, keindahan, dan keasrian hutan yang ada," pungkasnya.

Sementara Kepala Disbun Berau, Lita Handini, mengatakan, untuk bantuan di Kampung Mapulu akan diprogramkan tahun depan jika kampung sudah siap, kelompok tani dan lahannya, serta membuat usulan proposalnya.

"Pelatihan menanam kakao bisa dilakukan bersamaan dengan bantuan bibit dan pupuk, jika kelompok memang sudah siap," terangnya.

Yang jelas kata Lita, pihaknya siap memberikan fasilitasi sepanjang petani dan lahannya sudah siap, baik administrasi maupun fisiknya, sehingga lebih tepat sasaran. Untuk menanam kakao sebenarnya tidak terlalu membutuhkan persyaratan yang sulit, lahan Berau dinilai cocok untuk ditanami kakao.

"Disarankan petani tidak perlu menanam kakao terlalu luas, cukup 1-2 hektare (Ha) per Kepala Keluarga (KK) sudah bagus sehingga bisa merawat dengan baik," sarannya. (*/aja/adv/sam)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#potensi #Advertorial #pemkab