Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Raja Alam Sultan Alimuddin Kalimarau Diusulkan Jadi Nama Baru Bandara Berau

B
Penulis: Beraupost❯
BENTUK PENGHARGAAN: Nama Raja Alam Sultan Alimuddin diusulkan menjadi nama Bandara Kalimarau, sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya. (SENO/BP)
BENTUK PENGHARGAAN: Nama Raja Alam Sultan Alimuddin diusulkan menjadi nama Bandara Kalimarau, sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya. (SENO/BP)

BERAU POST – Nama Raja Alam Sultan Alimuddin Kalimarau diusulkan menjadi nama pengganti Bandar Udara (Bandara) Kalimarau.


Advertisement

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghormati jasa dan perjuangan tokoh besar Berau yang memiliki kontribusi penting, dalam sejarah pembentukan dan pembelaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi menjelaskan, usulan ini juga berkaitan dengan proses pengajuan Raja Alam Sultan Alimuddin sebagai Pahlawan Nasional.

Untuk itu, tim penilai telah dibentuk di tingkat kabupaten, melibatkan unsur dari Keraton Sambaliung, Keraton Gunung Tabur, serta akademisi dari perguruan tinggi.

Advertisement

“Kami masih terus mencari dokumen penguat perjuangan Raja Alam, kita sudah bentuk tim penilai Pahlawan Nasional di Kabupaten Berau,” terangnya.

Menurutnya, penyematan nama Raja Alam pada bandara menjadi bentuk penghargaan simbolik yang menunjukkan kebanggaan masyarakat Berau terhadap warisan sejarah daerah.

Langkah tersebut juga diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak melupakan nilai perjuangan para leluhur.

Advertisement

“Kami mencoba memberikan penghargaan kepada Raja Alam dengan menyematkan namanya pada tempat strategis, seperti Bandara Kalimarau,” ungkapnya.

Iswahyudi mencontohkan, sejumlah daerah di Kalimantan Timur telah lebih dulu menamai fasilitas publik dengan nama tokoh bersejarah.

Salah satunya Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan di Balikpapan.

Rencana ini mendapat dukungan dari dua kesultanan besar di Berau.

Sultan Kesultanan Sambaliung, Paduka Yang Mulia (PYM) Raja Muda Perkasa Datu Amir, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah terhadap tokoh kerajaan yang berjasa.

“Artinya kami masih diperhatikan oleh pemerintah, Raja Alam itu betul-betul membela NKRI, mati pun rela daripada ikut sekutu lain,” ujarnya.

Sementara itu, Pemangku Adat Kesultanan Gunung Tabur, PYM Adji Raden Muhammad Bakhrun, menyebut pengusulan ini sudah berlangsung lama sejak awal tahun 2000-an dan terus diperjuangkan oleh kedua kesultanan.

“Kalau diusulkan memang sudah dilakukan sejak lama,” paparnya.(sen/arp)

Advertisement

Artikel Terkait

Jarak Pandang Minim Akibat Karhutla, Batik Air Rute Jakarta-Berau Dialihkan ke Balikpapan

Jarak Pandang Minim Akibat Karhutla, Batik Air Rute Jakarta-Berau Dialihkan ke Balikpapan

Pihak Bandara Kalimarau pastikan maskapai lain tetap mendarat mulus meski cuaca tertutup kabut asap.

AirAsia Kembali Layani Penerbangan di Bandara Kalimarau Mulai 1 Juli Mendatang

AirAsia Kembali Layani Penerbangan di Bandara Kalimarau Mulai 1 Juli Mendatang

Maskapai berbiaya rendah ini siap beroperasi kembali untuk rute Surabaya, Balikpapan, Berau, dan Tarakan.

Aturan Ketat Bandara Kalimarau 14 Mei: Tanpa Boarding Pass atau ID Khusus, Dilarang Masuk Area Terminal!

Aturan Ketat Bandara Kalimarau 14 Mei: Tanpa Boarding Pass atau ID Khusus, Dilarang Masuk Area Terminal!

Skenario baru keberangkatan haji. Patah Atabri tegaskan pemeriksaan ketat di pos gabungan demi kelancaran jemaah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer