Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jadi Jalur Lintas Kaltara-Samarinda, DPRD Berau Minta Pengamanan Jalur Mudik Lebaran 2026 Diperketat!

Beraupost • Selasa, 10 Maret 2026 | 07:55 WIB

Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga. (SENO/BP)
Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga. (SENO/BP)

BERAU POST – Pengamanan arus lalu lintas menjelang dan selama momen libur Hari Raya Idulfitri diminta Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga ditingkatkan.

Langkah tersebut dinilainya penting mengingat Kabupaten Berau menjadi salah satu jalur lintasan utama kendaraan dari dan menuju Kalimantan Utara maupun ke arah Samarinda.

Menurut Saga, peningkatan mobilitas masyarakat saat musim mudik dan libur Lebaran berpotensi memicu lonjakan volume kendaraan di sejumlah ruas jalan.

Kondisi ini harus diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan kemacetan maupun risiko kecelakaan lalu lintas.

“Pada momen libur Lebaran biasanya terjadi lonjakan arus kendaraan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, posisi geografis Berau yang berada di jalur penghubung antarwilayah membuat daerah ini sering menjadi lintasan kendaraan antarprovinsi.

Arus kendaraan tidak hanya berasal dari masyarakat lokal, tetapi juga dari para pemudik dan pengendara yang melintas menuju wilayah lain di Kalimantan.

“Berau ini jalur lintasan menuju Kalimantan Utara maupun ke arah Samarinda,” katanya.

Karena itu, ia menilai koordinasi antarinstansi sangat diperlukan, khususnya antara dinas teknis yang menangani infrastruktur jalan dengan pihak kepolisian dan instansi yang memiliki kewenangan dalam pengaturan lalu lintas.

Pengawasan terhadap kondisi jalan serta pengaturan arus kendaraan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Selain pengaturan lalu lintas, kesiapan posko pelayanan juga menurutnya perlu diperkuat selama periode libur Lebaran.

Posko tersebut dapat menjadi pusat koordinasi sekaligus tempat pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.

“Dengan adanya posko pelayanan Lebaran, potensi insiden di jalan raya bisa diminimalkan,” jelasnya.

Ia mengatakan, keberadaan posko tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemantauan arus kendaraan, tetapi juga sebagai titik informasi bagi masyarakat.

Petugas di posko dapat memberikan bantuan kepada pengguna jalan, termasuk ketika terjadi gangguan kendaraan, kecelakaan, ataupun kondisi darurat lainnya.

Menurut Saga, kesiapan personel di lapangan juga menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran lalu lintas.

Penempatan petugas pada titik-titik rawan kemacetan maupun lokasi yang sering terjadi kecelakaan diharapkan mampu meningkatkan pengawasan serta mempercepat penanganan apabila terjadi kendala di jalan.

“Pengamanan perlu dilakukan secara maksimal agar masyarakat bisa bepergian dengan aman,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memastikan kondisi infrastruktur jalan tetap layak dilalui selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Perbaikan jalan yang rusak serta penanganan titik rawan kecelakaan dinilai perlu dilakukan sebelum puncak mobilitas masyarakat terjadi.

Saga berharap seluruh pihak terkait dapat bersinergi dalam mempersiapkan pengamanan lalu lintas tersebut.

Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi teknis, potensi gangguan selama periode libur Lebaran dapat diminimalkan.

“Tujuannya agar perjalanan masyarakat selama libur Lebaran tetap aman dan lancar,” tandasnya. (sen/arp)

 

Editor : Nurismi
#jalur mudik #DPRD Berau #jelang lebaran