Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Cegah Penimbunan Sembako di Berau, DPRD MInta Pemkab Berau Sidak Pasar Tradisional Tiap Pekan

Beraupost • Sabtu, 7 Februari 2026 | 09:40 WIB
KAWAL HARGA: DPRD Berau meminta agar Pemkab Berau bisa turun ke lapangan dan mengawal harga sembako jelang Ramadan. (IZZA/BP)
KAWAL HARGA: DPRD Berau meminta agar Pemkab Berau bisa turun ke lapangan dan mengawal harga sembako jelang Ramadan. (IZZA/BP)

BERAU POST  – Memasuki Bulan Suci Ramadan, perhatian terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi sorotan serius.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, menekankan pentingnya peran aktif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, khususnya organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, untuk turun langsung ke lapangan guna memantau harga sembako di pasaran.

Menurut Arman, pengawasan yang intensif sangat diperlukan guna menekan potensi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang dan selama Ramadan.

Ia menilai, tanpa pengawasan yang maksimal, peluang terjadinya praktik monopoli harga maupun ulah oknum pedagang nakal dapat merugikan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

“Setiap memasuki Ramadan, isu kenaikan harga sembako selalu menjadi kekhawatiran masyarakat,” katanya.

“Karena itu, kami meminta Pemkab Berau melalui OPD terkait untuk aktif turun ke lapangan, melihat langsung kondisi di pasar, dan memastikan harga tetap stabil,” tambah Arman.

Ia menegaskan bahwa pengawasan tidak cukup hanya dilakukan melalui laporan administratif.

Pemerintah daerah, kata dia, harus hadir langsung di tengah masyarakat dan pelaku usaha agar bisa mengetahui kondisi riil di lapangan.

“Jangan hanya menerima laporan di atas meja. OPD harus turun langsung ke pasar-pasar, berdialog dengan pedagang, dan melihat apakah ada indikasi penimbunan atau permainan harga,” tegasnya.

Arman menyebutkan, pemantauan harga sembako perlu difokuskan di pusat-pusat perdagangan, khususnya pasar tradisional yang menjadi tumpuan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, pasar menjadi titik krusial yang harus diawasi secara berkala selama Ramadan.

“Pasar tradisional harus menjadi prioritas. Di sanalah masyarakat paling banyak berbelanja kebutuhan pokok. Jika ada kenaikan harga yang tidak wajar, tentu akan sangat memberatkan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa,” jelasnya.

Selain untuk menekan praktik monopoli harga, pengawasan tersebut juga dinilai penting untuk mencegah adanya oknum pedagang yang memanfaatkan momentum Ramadan demi meraih keuntungan berlebihan.

Arman menilai, kenaikan harga yang tidak rasional berpotensi menimbulkan keresahan dan mengganggu stabilitas ekonomi daerah.

“Ramadan seharusnya menjadi bulan penuh berkah, bukan malah menjadi momen bagi oknum tertentu untuk mencari keuntungan dengan cara yang tidak wajar. Ini yang harus dicegah bersama,” katanya.

Hal tersebut disambut baik dengan salah satu masyarakat, seperti yang disamapaikan Andriani yang merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT).

Dirinya sangat sertuju jika pemerintah daerah dapat turun langsung dan memantau harga sembako.

Pasalnya, tidak bisa dipungkiri saat Ramadan banyak harga yang naik dan itu terus terjadi setiap tahunnya.

“Iya, harusnya pemerintah daerah bisa turun dan lihat harga-harga sembako apakah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) atau tidak,” tegasnya.

Dengan adanya kegiatan turun ke lapangan maka dirinya yakin bahwa harga sembako dapat stabil dan tentunya tidak ada penyelewengan harga yang dilakukan oleh oknum-oknum pedagang.

“Tetapi jangan hanya sekali saja turunya, setidanya seminggua sekali. Jika hanya sekali dan itu dilakukan diawal Ramadan sama saja bohong,” tutupnya. (aky/hmd)

Editor : Nurismi
#penimbunan sembako #sidak pasar #jelang ramadan #DPRD Berau