Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

UMKM Berau Tembus Ritel Modern, Legislatif: Perlu Pendampingan & Perluas Jaringan

Beraupost • Kamis, 4 Desember 2025 | 09:10 WIB
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami. (SENO/BP)
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami. (SENO/BP)

BERAU POST – Masuknya sejumlah produk UMKM lokal ke jaringan ritel modern di Kabupaten Berau mendapat respons positif legislatif. Salah satunya Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami.

Langkah tersebut dinilai menjadi titik awal penguatan ekonomi masyarakat. Meski masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dibenahi, agar produk lokal benar-benar mampu bersaing di pasar terbuka.

Legislatif disebut Sutami mengapresiasi upaya ritel modern yang mulai membuka ruang bagi produk UMKM daerah.

Namun ia menegaskan perlunya pendampingan lebih intens oleh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, agar kualitas dan daya tarik produk semakin kuat di pasaran.

Apalagi persoalan kemasan masih menjadi catatan penting. Khususnya, kemasan yang menarik dan informatif dapat menjadi faktor penentu minat beli konsumen, terutama di lingkungan ritel modern yang mengedepankan standar tampilan produk.

“Packaging itu jadi salah satu indikator minat konsumen,sehingga menarik untuk dibeli,” ujarnya.

Sutami juga menilai kerja sama dengan ritel modern tidak boleh berhenti pada satu jaringan saja. Saat ini, yang baru memulai kerja sama dengan UMKM Berau adalah Alfamidi.

Ia berharap agar ke depan produk lokal juga bisa menembus beberapa jaringan ritel lain, termasuk yang jangkauannya lebih luas di daerah pesisir.

“Ke depan kami ingin tidak hanya pada satu merek retail modern saja, karena di pesisir Indomaret itu masuk sampai Bidukbiduk,” ungkapnya. 

Selain ritel modern nasional, Sutami menilai bahwa promosi di ritel-ritel lokal juga penting. UMKM akan lebih mudah dikenal bila produk mereka muncul secara merata, baik di minimarket besar maupun toko lokal yang menjadi rujukan masyarakat setempat.

Hal ini juga dinilai dapat membantu wisatawan yang mencari oleh-oleh khas daerah saat berkunjung ke Berau.

“Saya rasa juga perlu promosi pajang di retail-retail lokal lainnya,” tuturnya. 

Ia menambahkan, ketersediaan produk di banyak titik penjualan akan mempermudah wisatawan menemukan oleh-oleh, sehingga nilai ekonomi yang dihasilkan juga semakin besar. “Artinya mereka jadi punya banyak pilihan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita menjelaskan masuknya produk lokal ke rak Alfamidi bukan terjadi secara instan.

Ia menyebut MoU antara pemerintah daerah dan manajemen Alfamidi sudah dilakukan sejak tahun lalu.

Setelah kesepakatan tersebut, proses kurasi menjadi tahapan penting yang harus dilewati pelaku usaha.

“Prosesnya memang panjang, karena mereka harus melakukan berbagai pengujian dan kurasi hingga ke Samarinda,” terangnya. 

Eva menyampaikan rasa lega karena upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Produk-produk UMKM Berau kini sudah dapat ditemukan di beberapa gerai Alfamidi.

Menurutnya, ini adalah pintu masuk besar yang diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha lokal.

“Produk UMKM kita mulai masuk pasar retail modern dan semoga ini menjadi langkah baik yang kita bangun bersama,” ujarnya. (sen/arp)

Editor : Nurismi
#umkm #Kabupaten Berau #Alfamidi #DPRD Berau #retail modern