Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keluhan Alsintan Petani Berau Disorot DPRD: DTPHP Tegaskan Wajib Ajukan Proposal Resmi

B
Penulis: Beraupost❯
BUTUH BANTUAN: Petani Berau keluhkan dapat bantuan Alsintan. (BERAU POST)
BUTUH BANTUAN: Petani Berau keluhkan dapat bantuan Alsintan. (BERAU POST)

BERAU POST – Keluhan para petani di Kabupaten Berau, terkait minimnya bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kembali menjadi sorotan publik.


Advertisement

Banyak kelompok tani di Kampung Tasuk mengaku kesulitan meningkatkan produktivitas karena keterbatasan sarana pendukung seperti alat panen.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Junaidi, memberikan klarifikasi.

Ia menegaskan bahwa mekanisme pengajuan proposal merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi kelompok tani untuk memperoleh bantuan alsintan dari pemerintah daerah.

Advertisement

Tanpa adanya proposal, dinas tidak dapat menginventarisasi kebutuhan secara akurat.

“Kalau tidak ada proposal, kami tidak bisa memetakan kebutuhan di lapangan,” katanya.

Ia mengatakan, setiap kelompok tani menyampaikan usulan secara tertulis agar bisa kami proses. Kami perlu data yang jelas, lengkap, dan terperinci untuk memastikan setiap bantuan tepat sasaran.

Advertisement

Menurutnya, proposal bukan sekadar formalitas administratif, melainkan dokumen penting yang menjadi dasar penganggaran dan pertimbangan teknis.

Dengan pemetaan kebutuhan yang baik, dinas dapat menentukan jenis alsintan yang sesuai dengan kondisi geografis, luas lahan, serta karakteristik pertanian di masing-masing kampung.

Junaidi juga memastikan pihaknya terbuka untuk memberikan pendampingan jika ada kelompok tani yang masih kesulitan menyusun proposal.

Ia menilai koordinasi yang baik akan mempercepat proses penyaluran bantuan, sekaligus mencegah kesalahpahaman antara pemerintah dan petani.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, turut menyoroti persoalan ini. Ia menyebut keluhan terkait alsintan bukanlah hal baru.

Menurutnya, kebutuhan alat pertanian dan pupuk masih menjadi isu utama yang sering dikeluhkan oleh para petani di berbagai kecamatan.

“Permasalahan seperti ini seharusnya menjadi perhatian serius OPD terkait. Kalau memang syaratnya harus melalui proposal, maka petani perlu diberi pemahaman. Jangan sampai mereka merasa dipersulit. OPD harus turun langsung memberikan pendampingan,” ucap Sutami.

Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, dinas teknis, dan DPRD untuk memastikan semua kebutuhan petani terakomodasi.

Sutami juga meminta agar evaluasi rutin dilakukan, terutama menjelang musim tanam, sehingga kebutuhan yang mendesak dapat segera ditangani.

“Intinya, jangan sampai petani dibiarkan bingung. Semua pihak harus saling berkomunikasi. Kalau ada kendala di lapangan, segera dicari solusinya bersama,” tambahnya. (aky/hmd)

Advertisement

Artikel Terkait

Tingkatkan Kesejahteraan Warga, KPHP Berau Barat Salurkan Bantuan Alat Ekonomi Produktif

Tingkatkan Kesejahteraan Warga, KPHP Berau Barat Salurkan Bantuan Alat Ekonomi Produktif

KPHP Berau Barat serahkan bantuan Alat Ekonomi Produktif ke 5 kelompok tani demi dorong kemandirian.

DPRD Berau Apresiasi Razia Blok Hunian Rutan Tanjung Redeb Guna Mencegah Gangguan Trantibum WBP

DPRD Berau Apresiasi Razia Blok Hunian Rutan Tanjung Redeb Guna Mencegah Gangguan Trantibum WBP

Anggota DPRD Thamrin minta petugas konsisten awasi barang terlarang demi jaga kondusivitas rutan

Atasi Blank Spot, Ketua DPRD Berau Minta Pengentasan Internet Fokus ke Pelosok Kampung Daerah

Atasi Blank Spot, Ketua DPRD Berau Minta Pengentasan Internet Fokus ke Pelosok Kampung Daerah

Dedy Okto Nooryanto tegaskan pemerataan akses internet tidak boleh hanya berfokus di kawasan wisata.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer