Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Komitmen PAMA Dukung Kebudayaan Long Lanuk : Kirim Enam Orang Lomba Tari Kreasi Nusantara Tradisional

Beraupost • Jumat, 24 Januari 2025 | 09:05 WIB
PELEPASAN: Disbudpar Berau didampingi PAMA Berau saat melepas 6 putra putri Kampung Long Lanuk dalam Lomba Tari Kreasi Nusantara Tradisional Regional Kalimantan, Kamis (23/1). (IZZA/BP)
PELEPASAN: Disbudpar Berau didampingi PAMA Berau saat melepas 6 putra putri Kampung Long Lanuk dalam Lomba Tari Kreasi Nusantara Tradisional Regional Kalimantan, Kamis (23/1). (IZZA/BP)

TANJUNG REDEB – Sebanyak enam putra putri berbakat dari Kampung Long Lanuk, Kecamatan Sambaliung yang merupakan binaan PAMA mengikuti ajang Road to National Championship Lomba Tari Kreasi Nusantara Tradisional Regional Kalimantan yang diselenggarakan di Balikpapan.

Para peserta yang tergabung dalam Sanggar Tari Kleang Kensang Gjah ini akan mewakili Kabupaten Berau, dalam kurasi delegasi budaya internasional yang diselenggarakan oleh Pelita Mice Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir memberikan apresiasi yang mendalam kepada PAMA atas dukungannya, terhadap perkembangan budaya di wilayah-wilayah sekitar tambang, termasuk Kampung Long Lanuk.

Menurutnya, PAMA telah terbukti menjadi perusahaan yang cepat tanggap dalam membantu masyarakat, khususnya dalam pelestarian budaya lokal. Sekaligus memuji kualitas tarian dari Kampung Long Lanuk, yang dikenal memiliki penari-penari yang sangat luwes dan tarian yang penuh makna.

“Setiap ada acara besar di Kabupaten Berau, penari-penari dari Long Lanuk sering kali diundang untuk tampil. Ini menunjukkan betapa kaya dan luar biasanya potensi budaya yang ada di kampung ini,” katanya.

Ia berharap dukungan dari PAMA dapat terus berlanjut, sehingga budaya Long Lanuk bisa dikenal lebih luas di tingkat nasional hingga internasional. Apalagi potensi Long Lanuk yang sangat luar biasa, dirinya yakin para peserta lomba dapat memberikan hasil yang terbaik.

“Saya bangga perusahaan dan kampung bisa mengirimkan delegasi Berau untuk lomba di tingkat regional Kalimantan,” ungkapnya.

Kepala Departemen CSR & Eksternal Relation PAMA Berau, Faizal Imron D menilai Kampung Long Lanuk memiliki potensi budaya yang sangat luar biasa dan layak untuk diangkat ke ranah yang lebih besar. Berau memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, dan budaya harus bisa menjadi daya tarik tambahan yang memperkaya identitas daerah.

Dirinya ingin kehadiran PAMA di Long Lanuk bisa berdampak tidak hanya pada peningkatan perekonomian, tapi juga pelestarian kebudayaan lokal.

“Kami ingin agar Sanggar Tari Kleang Kensang Gjah dan Kampung Long Lanuk lebih dikenal, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di dunia internasional,” katanya.

Menurutnya, ajang ini merupakan langkah awal untuk membuka peluang yang lebih besar, terutama dengan adanya kemungkinan bagi juara 1, 2, dan 3 untuk berpartisipasi dalam lomba internasional di Malaysia. Jika menang lagi, akan melaju hingga Amsterdam.

“Karena Long Lanuk bagian dari kami, ini salah satu kontribusi kami untuk mendorong kemandirian kampung,” ungkapnya.

PAMA berkomitmen untuk terus mendorong kemandirian kampung dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal.

Dengan harapan, budaya Long Lanuk bisa semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional, yang pada gilirannya dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Berau dan mendatangkan manfaat ekonomi bagi daerah tersebut.

Kepala Kampung Long Lanuk, Samuel, menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada PAMA atas dukungan yang diberikan. Sebagai kampung yang berada di sekitar lingkar tambang, dirinya merasa diperhatikan.

“Saya berharap anak-anak kami yang mengikuti lomba ini dapat memberikan penampilan terbaik mereka, dan semoga bisa meraih hasil yang gemilang,” ucapnya.

Dirinya pun berharap mereka bisa terus berkembang, karena Sanggar Tari Kleang Kensang Gjah sudah tampil di berbagai acara, dari tingkat kampung hingga provinsi, dan ini merupakan langkah besar bagi mereka untuk berkompetisi lebih luas lagi.

“Semoga dukungan dari PAMA bisa terus berlanjut dan sinergitas dengan pemerintah kampung bisa terjaga secara berkelanjutan,” kata Samuel.

Terpisah Pelatih Sanggar Tari Kleang Kensang Gjah, Yustina Dau Hayati menambahkan, persiapan untuk mengikuti lomba ini sudah dilakukan dengan matang selama satu bulan.

Tarian yang akan ditampilkan bernama ‘Emnuk Sit’, menceritakan tentang kepercayaan masyarakat Long Lanuk, di mana ada aturan-aturan yang harus dihormati, namun seorang pemuda berani melanggar aturan tersebut demi kemenangan.

“Dengan dukungan penuh dari PAMA, kami berharap para penari bisa menampilkan yang terbaik dan mewakili budaya Long Lanuk dengan bangga,” tutupnya. (adv/*/aja/arp)

 

Editor : Nurismi
#berau #Tari Kreasi Nusantara #kaltim