Perkuat Koordinasi Keamanan Pelabuhan, Berau Coal Laksanakan Table Top Exercise ISPS Code

BERAU POST – PT Berau Coal menggelar Training IMO Model Course 3.24-3.25 And Table Top Exsersice International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code bersama instansi terkait di Hotel Mercure, Rabu (28/10). Kegiatan ini bertujuan menguji kesiapsiagaan personel, efektivitas prosedur pengamanan, serta koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi ancaman keamanan di fasilitas pelabuhan.
Kegiatan tersebut melibatkan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tanjung Redeb, Pos TNI Angkatan Laut Berau, dan Satpolairud Polres Berau yang tergabung dalam Port Security Committee.
PFSO, Shipping Manager dan PJK3L Marine PT Berau Coal, Sandy Santosa, mengatakan latihan tersebut merupakan bagian dari kewajiban fasilitas pelabuhan yang telah memperoleh Statement of Compliance of a Port Facility (SoCPF) dari pemerintah.
Pelaksanaan latihan mengacu pada ISPS Code dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 134 Tahun 2016 tentang Manajemen Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan. Regulasi tersebut mengatur pelaksanaan drill paling sedikit sekali dalam tiga bulan serta exercise paling sedikit sekali dalam setahun, dengan jarak antar-exercise tidak lebih dari 18 bulan.
“Exercise ini bertujuan menguji kesiapsiagaan personel keamanan, efektivitas prosedur pengamanan, keandalan komunikasi, serta koordinasi dengan unsur keamanan terkait,” ujarnya.
Sandy menjelaskan, rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi dan penyegaran pemahaman ISPS Code, latihan komunikasi, simulasi melalui metode table top exercise, serta evaluasi bersama.
Menurutnya, hasil evaluasi akan didokumentasikan dan ditindaklanjuti sebagai bahan perbaikan prosedur pengamanan di Fasilitas Pelabuhan Transshipment Point Muara Pantai. Dengan demikian, sistem pengamanan diharapkan semakin efektif dalam merespons ancaman secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Komandan Pos TNI AL Berau, Kapten Laut Alex Hamid Rusli Tawainella diwakili personel yang bertugas, Serda Ikram mengatakan simulasi tersebut membantu menguji sistem komunikasi dan kesiapan koordinasi antarpihak, meskipun pelaksanaannya dilakukan melalui pembahasan skenario.
“Meski dilaksanakan secara table top, alhamdulillah kegiatan ini bisa melatih sistem komunikasi kita,” katanya.
Ia menambahkan, latihan menjadi acuan bagi personel untuk mempersiapkan langkah yang diperlukan apabila menghadapi situasi serupa di lapangan. Setelah pelaksanaan latihan tersebut, tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan drill bersih.



