Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program PERKASA PT Natura Pasific Nusantara Bantu Petani Tingkatkan Kompetensi

N
Penulis: Nurismi❯
PELATIHAN AGRONOMI PETANI SAWIT: Peserta Pelatihan Petani Berkualitas & Sejahtera (PERKASA) mengikuti sesi praktik lapangan pengelolaan kebun sawit yang diselenggarakan oleh PT Natura Pasific Nusantara (NPN) di Kabupaten Berau. Program TAP untuk Negeri ini bertujuan meningkatkan kemampuan agronomi, produktivitas panen, dan kesejahteraan petani sawit secara berkelanjutan.
PELATIHAN AGRONOMI PETANI SAWIT: Peserta Pelatihan Petani Berkualitas & Sejahtera (PERKASA) mengikuti sesi praktik lapangan pengelolaan kebun sawit yang diselenggarakan oleh PT Natura Pasific Nusantara (NPN) di Kabupaten Berau. Program TAP untuk Negeri ini bertujuan meningkatkan kemampuan agronomi, produktivitas panen, dan kesejahteraan petani sawit secara berkelanjutan.

Advertisement

BERAU POST – Rendahnya produktivitas kebun sawit masyarakat masih menjadi persoalan yang dihadapi banyak petani di Berau, terutama karena minimnya akses terhadap pengetahuan agronomi yang tepat.

Menjawab tantangan tersebut, PT Natura Pasific Nusantara (NPN) - member of Triputra Agro Persada Group menggelar Pelatihan Petani Berkualitas & Sejahtera (PERKASA) bagi petani sawit di kampung sekitar wilayah operasionalnya, yakni Kampung Long Ayan, Kampung Punan Malinau, dan Kampung Tepian Buah,

Program PERKASA merupakan bagian dari inisiatif TAP untuk Negeri yang bertujuan mendukung petani dalam meningkatkan kemampuan agronomi guna mendorong produktivitas panen dan kesejahteraan petani sawit secara berkelanjutan.

Advertisement

Inisiatif ini juga menjadi wujud komitmen TAP sebagai sahabat petani untuk mendampingi petani agar lebih memahami tata kelola kebun yang baik, sehingga produktivitas panen dan taraf hidup mereka bisa ikut terangkat.

Langkah ini juga sejalan dengan semangat perusahaan untuk hadir sebagai entitas yang lahir, tumbuh, dan berkontribusi bagi Indonesia.

Direktur PT Natura Pasific Nusantara Suhariono mengatakan, praktik seadanya dalam mengelola kebun, mulai dari pemilihan bibit, perawatan hingga pemupukan, masih banyak ditemukan di lapangan dan berdampak langsung pada rendahnya hasil panen petani.

Advertisement

"Masih banyak petani yang menggunakan bibit tidak berkualitas, kurang tepat dalam pemupukan, hingga melakukan perawatan kebun secara seadanya sehingga hasil panen tidak optimal. Melalui PERKASA, kami ingin membantu meningkatkan kapasitas petani sekaligus mendorong praktik perkebunan sawit yang lebih berkelanjutan, sehingga masyarakat bisa naik kelas dan taraf kehidupannya ikut meningkat," jelasnya.

Pelatihan berlangsung intensif selama tiga hari dengan komposisi 40 persen teori dan 60 persen praktik lapangan, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep dasar agronomi, tetapi juga bisa langsung mempraktikkannya di kebun masing-masing.

Program juga tidak berhenti di ruang kelas, perusahaan melanjutkan dengan monitoring dan pendampingan berkala pascapelatihan agar ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan secara konsisten. 

Sebagai dukungan tambahan, perusahaan membuka layanan konsultasi agronomi melalui WhatsApp di nomor 0811-2220-12210 yang terbuka bagi peserta pelatihan maupun masyarakat umum yang ingin belajar praktik budidaya sawit yang baik.

Advertisement

Artikel Terkait

Kejari Berau Terima 6 SPDP Kasus Karhutla Polres Gencar Usut Pembakaran Lahan untuk Kebun Sawit

Kejari Berau Terima 6 SPDP Kasus Karhutla Polres Gencar Usut Pembakaran Lahan untuk Kebun Sawit

Enam tersangka kasus karhutla di Berau terancam hukuman berat dan denda hingga Rp10 miliar

Atasi Pembatasan Pupuk Subsidi Disbun Berau Fasilitasi Petani Mandiri Masuk Koperasi dan Bermitra

Atasi Pembatasan Pupuk Subsidi Disbun Berau Fasilitasi Petani Mandiri Masuk Koperasi dan Bermitra

Disbun Berau fasilitasi petani mandiri gabung koperasi untuk atasi pembatasan pupuk subsidi.

Sentil Eksportir Sawit dan Batu Bara, Presiden Prabowo: Hasil Kekayaan Alam Kita Harus Ditaruh di Indonesia!

Sentil Eksportir Sawit dan Batu Bara, Presiden Prabowo: Hasil Kekayaan Alam Kita Harus Ditaruh di Indonesia!

Tegakkan PP No 8 Tahun 2025, Presiden wajibkan Devisa Hasil Ekspor (DHE) masuk ke dalam negeri demi stabilitas ekonomi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer